Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 02/02/2016 KOTAANYAR - Kasus demam berdarah dengue (DBB) di Kabupaten Probolinggo semakin mengancam....
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 02/02/2016
Kali ini, wilayah yang termasuk endemis DBD kembali dilakukan pengasapan atau fogging oleh Dinkes Kabupaten Probolinggo. Salah satunya di Kecamatan Kotaanyar yang meliputi 3 desa. Dimana di daerah ini terdapat 6 orang yang terserang DBD dengan rincian 2 orang di Desa Kotaanyar, 1 orang di Desa Sukarejo dan 3 orang di Desa Sidomulyo.
Seperti yang terlihat di Dusun Krajan Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar. Dimana ratusan rumah dilakukan pengasapan sebagai antisipasi serangan lanjutan DBD. Mengingat wabah DBD mulai menjalar ke sejumlah desa di Kecamatan Kotaanyar.
Camat Kotaanyar Suharto sangat menyayangkan wabah DBD ini menyerang wilayahnya. Ia berharap pihak Dinkes bias lebih gencar melakukan sosialisasi terhadap warganya terkait penyakit DBD dan yang harus dilakukan warga untuk mengantisipasi penyakit DBD.
“Disini suda ada 6 warga yang sudah terserang DDB. Sosialisasi dari Dinkes sudah dilakukan, namun kami mewakili warga ingin sosialisasi itu lebih ditingkatkan lagi. Sebab masih ada sebagian warga yang masih belum sepenuhnya memahami,” katanya, Selasa (2/2/2016).
Sri Agustini, salah satu warga yang putranya terjangkit DBD mengaku, ingin perhatian serius dari pihak terkait. Ia juga meminta, fogging tidak hanya dilakukan di rumah-rumah saja, melainkan di sekolah juga harus dilakukan pengasapan. “Ini sangat penting bagi siswa sekolah, karena kebanyakan yang terserang DBD itu siswa sekolah. Anak saya saat ini masih dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Probolinggo Ari Suciati mengungkapkan, memasuki musim hujan, warga harus mulai waspada terhadap penyakit DBD. Sebab yang tercatat untuk saat ini penderita DBD sudah mencapai 63 jiwa dan itu kebanyakan menyerang anak-anak.
“Dibanding dengan tahun kemarin, jumlah kasus DBD tahun ini menurun. Tahun 2014 kemarin selama bulan Januari mencapai 142 kasus. Kalau bulan sekarang baru 63 kasus. Namun, tahun ini DBD menyebabkan 1 korban jiwa,” ujarnya.
Pada tahun 2015 kasus DBD melonjak tinggi. Selama Januari hingga Februari kasus DB mencapai ratusan kasus. Tentunya, pihaknya mengharapkan kasus serupa di tahun 2015, tidak terjadi lagi di tahun ini.
Menurut Ari, di Kabupaten Probolinggo sendiri terdapat beberapa kecamatan yang termasuk wilayah endemis DBD. Meliputi, Kecamatan Paiton, Kraksaan, Pajarakan, Maron dan Kotaanyar. (maz/abh)


COMMENTS