Penulis : Wawan Bromo FM Kamis,18/02/2016 DRINGU – Dalam meningkatkan produksi padi, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Proboli...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis,18/02/2016
Kepala Dispertan Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan, penyebab kehilangan hasil yang cukup tinggi tersebut akibat penerapan teknologi pertanian yang belum mampu digunakan para petani. Selain itu, kondisi infrastruktur buruk turut pula mempengaruhi tingkat keberhasilan distribusi hasil panen.
“Misalnya jalan yang rusak. Tentu itu akan membuat gangguan pada pengiriman hasil produksi seperti banyak muatan yang tumpah. Di samping itu juga dengan metode perontokan bulir padi yang masih banyak menggunakan cara tradisional,” ungkapnya.
Menurut Mahbub, untuk meminimalisasi kehilangan hasil, Dispertan memberikan sejumlah bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk mendukung peningkatan dan produksi padi. Seperti memberikan bantuan mesin perontok padi (Power Thresher), pupuk, program-program Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) pengendalian hama melalui Sekolah Lapangan Pengelolaan Hama Terpadu (SL-PHT).
“Saat ini SL-PTT berganti menjadi Gerakan Penanaman Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT). Hampir sama dengan SL-PTT. Di mana kami rutin melakukan sosialisasi kepada kelompok tani,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan ini menambahkan, Dispertan juga memberikan bantuan Pestina (Pestisida Nabati) serta perbaikan saluran irigasi. “Kami juga memberikan bantuan alas panen (terpal) dan kombine (alat panen dan perontok memakai mesin),” tegasnya.
Hal lain untuk menekan kehilangan hasil panen dan pasca panen padi adalah dengan melakukan pelepasan burung hantu (Tyto Alba) untuk mengantisipasi serangan tikus. “Tyto Alba ini ternyata cukup efektif untuk mengurangi serangan tikus pada tanaman padi. Sehingga produksi padi bisa meningkat untuk menunjang program swasembada beras nasional,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS