Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 22/02/2016 KRAKSAAN - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Moch. Nawi, Senin (22/2/201...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 22/02/2016
Pembukaan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Badan Diklat Provinsi Jawa Timur Bagus Pujiono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Abdul Halim serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Peserta Diklatpim IV berjumlah 30 PNS terdiri dari 17 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Diklatpim berlangsung 99 hari mulai 22 Februari hingga 7 Juni 2016 mendatang di kompleks Diklat BKD Kabupaten Probolinggo.
Tenaga pengajar/widyaiswara dalam Diklatpim Tingkat IV ini berasal dari widyaiswara/pengajar Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, dosen perguruan tinggi dan pejabat Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Dalam sambutannya Sekda Nawi mengungkapkan bahwa dengan mengikuti kegiatan ini nantinya bisa memberikan bekal dalam rangka menjalankan tugas sesuai tupoksinya maupun tugas lainnya.
”Untuk itu saya berharap agar peserta mengikuti kegiatan ini dengan seksama dan penuh kedisiplinan sehingga nantinya mampu lulus. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, karena kesempatan itu tidak akan terulang kembali,” katanya.
Menurut Sekda Nawi, definisi kepemimpinan itu banyak sekali. Tetapi intinya bagaimana seorang pemimpin bisa mengarahkan bawahannya agar melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan.
”Nantinya setiap peserta akan menghadapi atasan dengan pola kepemimpinan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ketika menjadi pemimpin siap-siaplah menghadapi anak buahnya,” jelasnya.
Dalam memimpin jelas Sekda Nawi, tentunya ada yang senang dan ada yang tidak senang. Menghadapi semua itu seorang pemimpin tidak boleh berputus asa. Sebab tentu masih ada yang memberikan dukungan.
”Jadikan tipe pemimpin yang kita hadapi sebagai pembelajaran bagi kita agar lebih dewasa. Seorang pemimpin itu harus dilakukan dengan perkataan yang baik dan menciptakan keharmonisan,” terangnya.
Sementara Bagus Pujiono menegaskan, PNS dituntut untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. ”Birokrasi harus mampu membangun kepercayaan publik, kepercayaan publik dapat terwujud bila pemerintah mempunyai aparatur yang berdisplin, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian lingkungan,” katanya.
Sedangkan Abdul Halim mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan struktural eselon IV secara profesional dengan kepribadian dan etika PNS sesuai kebutuhan instansinya. Di samping menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
”Selain itu memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat serta menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik,” ungkapnya. (wan/ast)


COMMENTS