Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 06/02/2016 PAJARAKAN - Saat ini personil Satlantas Polres Probolinggo telah menggunakan alat pelindun...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 06/02/2016
PAJARAKAN - Saat ini personil Satlantas Polres Probolinggo telah menggunakan alat pelindung jenis rompi anti peluru sebagai pelindung pengaman untuk proyektil di bagian tubuhnya. Tetapi untuk urusan ini, Satlantas terbilang sangat trampil. Pasalnya rompi anti peluru yang seharusnya dipesan dan dibeli dari luar daerah itu dibuat dan di desain sendiri.Rompi anti peluru ringan modern ini memang khusus dirancang untuk melindungi organ vital pemakainya dari cedera yang disebabkan oleh proyektil senjata api. Inisitif untuk merakit rompi anti peluru sendiri ini, muncul sejak tragedi ledakan bom di Thamrin Sarinah Jakarta, beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh sekelompk teroris.
Banyak daerah lain anggota Satlantas yang diharuskan memakai rompi anti peluru yang dipesan dan dibeli. Namun, Satlantas Polres Probolinggo ini lebih ekstra hati-hati atas ancaman teroris saat di lapangan. Dari itu, rompi yang berlapis baja itu dibuat lebih kuat dan lapisan bajanya lebih tebal.
“Rompi anti peluru istilah adalah sebuah ironi. Karena pemakainya tidak sepenuhnya aman dari dampak peluru, hanya pelindung di bagian dada dan punggung saja. Kami buat rompi itu untuk melindungi dada dan punggung dan lapisan bajanya lebih tebal dari biasanya,” kata Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ahmad Hudi Arif, Sabtu (6/2/2016).
Lebih lanjut AKP Hudi menjelaskan, rompi anti peluru alias Brigandine baja tanpa lengan berlapis jaket yang dirangkainya itu, terdiri dari besi persegi panjang kecil atau pelat baja terpaku ke strip kulit, plat bajanya dibuat dengan tebal 3 milimeter. Sedangkan Nilon balistik adalah kain standar yang digunakan untuk rompi anti peluru tersebut sengaja dipesan khusus, dengan ketebalan nilonnya yang super khusus.
“Hari ini kami mencoba rompi itu dipasang ke patung dan ke pohon pisang. Dimana rompi itu ditembak oleh anggota dengan menggunakan pistol dan proyektil asli degan jarak sejauh 15-20 meter dan jarak dekat 3-5 meter, hasilnya cukup memuaskan,” ujarnya, di sela-sela percobaan penembakan rompi anti peluru yang dirangkainya.
Sementara Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan mengatakan rompi anti peluru dikhususkan kepada Satlantas. Karena Satlantas merupakan target empuk kelompok yang berniat untuk melakukan aksi teror terhadap anggota kepolisian. Dimana Satlantas dapat dengan mudah ditemukan di pos-pos jalan protokol, sehingga sangat mudah untuk menyerang anggota Satlantas.
“Satlantas adalah terget utama oleh kelompok radikal yang hendak menyerang di berbagai daerah. Dari itu kami memberikan rompi anti peluru kepada anggota Satlantas dan itu akan digunakan ketika melakukan tugasnya di lapangan,” katanya.
Rompi hitam dengan motif strip yellow lemon fosfor ini diberikan kepada seluruh anggota lalu lintas yang berjumlah 72 personel Satlantas dan 24 personel Tim Khusus lapangan. (maz/abh)


COMMENTS