Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 20/02/2016 KRAKSAAN – Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 20/02/2016
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno. “Alhamdulillah, hingga akhir Desember 2015 realisasi penerimaan PBB-P2 bisa melebihi target. Terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari masyarakat yang sudah membayar PBB-P2 sebelum jatuh tempo,” katanya.
Menurut Hadi, keberhasilan ini diraih karena Pemkab Probolinggo melalui Surat Keputusan (SK) Bupati memberikan reward berupa uang tunai bagi yang bisa melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo 31 Juli.
“Bagi yang lunas bulan April, ada reward 9% dari baku PBB-P2 desa, bulan Mei sebesar 8%, bulan Juni sebesar 7% dan bulan Juli sebesar 6%. Reward ini sebagai bentuk untuk memberikan motivasi desa-desa agar bisa lunas PBB-P2 100% sebelum jatuh tempo,” jelasnya.
Hal lain yang mendukung realisasi penerimaan PBB-P2 melebihi target, terang Hadi, karena Dispenda rutin menggelar monitoring dan evaluasi (monev) terhadap para camat dalam melakukan koordinasi pemungutan PBB-P2 setiap bulan.
“Di samping juga rekonsiliasi yang kami lakukan dengan Bank Jatim serta koordinasi PBB-P2 ke kecamatan. Ini adalah kiat-kiat efektif sehingga penerimaan PBB-P2 bisa melebihi target,” tegasnya.
Dari 24 kecamatan, kata Hadi, ada 15 kecamatan yang mampu melunasi PBB-P2 100% sebelum jatuh tempo. Sedangkan 9 kecamatan yang lain masih ada tunggakan. “Salah satu kendalanya adalah kesadaran wajib pajak yang belum optimal,” terangnya.
Hadi menambahkan, untuk tahun 2016 target PBB-P2 ditetapkan sebesar Rp 11.500.000.000. Upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah meningkatkan koordinasi dan evaluasi kepada pihak terkait mulai dari camat, koordinator pemungut, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Probolinggo.
“Harapan ke depan kami bisa memanfaatkan potensi yang sekarang belum tergali secara maksimal. Tetap kita lakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi. Sebab banyak lahan-lahan yang sudah ditempati bangunan, tetapi masih berbunyi lahan saja,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS