Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 06/02/2016 GENDING - Dalam rangka mengantisipasi maraknya peredaran narkoba dan kecelakaan selama lib...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 06/02/2016
Pemeriksaan kesehatan dan tes urine ini sempat membuat para sopir terkejut dan ketakutan. Sebab, tidak biasanya ada giat pemeriksaan sampai dilakukan tes urine dan cek kesehatan. Alhasil, dari tes urine yang dilakukan tersebut, puluhan sopir yang diperiksa kesehatannya tidak ditemui yang positif mengkonsumsi narkoba.
Muhammad Abri, (55) salah satu sopir mengaku, awalnya dirinya ketakutan karena harus diperiksa kesehatannya. Namun, setelah mengetahui prosesnya, dirinya malah merasakan dampak positifnya. Yaitu mengetahui kondisi kesehatan pada tubuhnya dan mendapatkan obat apabila kondisi tidak fit.
”Sempat takut. Tapi, ternyata malah saya dicek kesehatan tekanan darahnya dan diberi obat. Karena tekanan darah saya sampai 160,” kata pria paruh baya tersebut usai diperiksa Dokpol di lokasi.
Senada dikatakan Edi (30), sopir truk asal Bali. Dirinya juga sempat ketakutan diberhentikan dan diperiksa kesehatannya oleh Dokpol, namun dirinya enjoy karena selama ini tidak pernah mengkonsumsi narkoba. “Senang dilakukan tes urine. Ini juga sebagai peringatan kepada yang lain dan antisipasi masuknya narkoba di Kabupaten Probolinggo ini,” akunya.
Sementara Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ahmad Hudi Arif mengatakan, jelang Tahun Baru Imlek ini diperkirakan arus lalu lintas makin padat. Bahkan, sejak Jum’at (5/2/2016) sore pun sudah mulai tampak lonjakan kendaraan bermotor yang melintas. “Kondisi itu juga menjadi rawan terjadi kecelakaan,” katanya.
Salah satu antisipasi lainnya kata Hudi, dapat mencegah terjadinya kecelakaan dengan memastikan kondisi kesehatan para pengemudi. Terutama, pengemudi bus dan truk. Olah karena itu, dirinya melakukan tes urine dan pemeriksaan kesehatan pada sopir bus dan truk yang melintas.
”Ada sekitar 30 lebih pengemudi yang kami tes urine dan periksa kesehatannya. Hasilnya, tidak ada yang positif sedang dalam pengaruh minuman beralkohol ataupun narkoba. Hal lain, ini juga mencegah masuknya peredaran narkoba di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS