Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 07/02/2016 KRAKSAAN - Pedagang Kaki Lima (PKL) Semarak Kota Kraksaan paling lambat akan dipindah Mar...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 07/02/2016
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengungkapkan sebelumnya memang Bupati Probolinggo belum merekemondasikan untuk tempat relokasi sementara. Namun pekan lalu, pihaknya mendapatkan lampu hijau agar PKL Semarak di sisi selatan alun-alun segera dipindahkan ke sisi timur alun-alun. “Catatannya, relokasi ini bersifat sementara,” katanya.
Pemindahan 36 PKL tersebut bukannya tanpa alasan, pasalnya sejak tahun 2015 lalu Alun-alun Kota Kraksaan diperbaiki. Salah satu yang sudah dilakukan adalah pemasangan videotron berukuran besar yang menghadap ke selatan dan ke utara. Selain itu, tulisan Kraksaan berukuran raksasa tepat berada di depan videotron tersebut. Dimana tulisannya tepat berada di belakang PKL.
Dengan kondisi tersebut, mau tidak mau PKL harus dipindahkan. Tempat sementara yang diputuskan Pemkab Probolinggo adalah di sisi timur. “Dengan relokasi PKL ini diharapkan tidak akan mengganggu pembangunan Alun-alun Kraksaan, seperti air mancur yang akan dibangun dari depan (sisi selatan, red),” ujarnya.
Sesuai petunjuk Bupati Probolinggo, paling lambat relokasi itu akan dilaksanakan pada Maret mendatang. “Relokasinya dilakukan paling lambat Maret mendatang. Hal itu disampaikan Bupati saat peresmian pasar tradisional di Pasar Condong,” jelasnya.
Ada alasan lain kenapa bulan Maret harus dipindah jelas Sidik, salah satunya karena sampai saat ini pihaknya masih dalam proses pemesanan tenda. Selain itu, Disperindag sendiri masih dalam proses penghitungan tempat.
“Sebelum kami relokasi, tentu kami akan ukur dulu. Apakah kalau ditempatkan di sebelah timur sudah cukup? Kalau misalkan tidak cukup solusinya bagaimana? Apakah ada yang menghadap selatan utara atau bagaimana, yang terpenting relokasi itu semua pedagang mendapatkan tempat dengan ukuran yang sama,” terangnya.
Untuk 36 tenda yang akan dipesan pada pihak ketiga tersebut, Disperindag akan menyiapkan anggaran sekitar Rp 40 juta. Dengan adanya tenda yang baru, Sidik berharap PKL Semarak lebih rapi. “Saluran airnya tidak ada yang meluber, hal lainnya tentu lebih bersih dan tidak berbau. Setidaknya bisa mencontoh PKL di Alun-alun Kota Probolinggo,” tambahnya.
Sejauh ini Sidik mengaku sudah mensosialisasikan kepada para pedagang. Kemudian hal yang paling penting dari itu semua Disperindag melarang para PKL memindahtangankan kepada orang lain. “Tidak boleh dipindahkan tangankan. Kalau memang tidak dipakai, harus kembali ke Camat,” ucapnya.
Setelah relokasi tersebut rampung dilaksanakan, paling tidak akan bertahan selama setahun. “Dalam waktu itu kami juga akan melakukan kajian tempat yang tepat untuk relokasi permanen, apakah akan ditempatkan di Sumber Lele Park atau Stadion Gelora Merdeka,” ungkapnya.
Sementara Camat Kraksaan Sugeng Wiyanto mengungkapkan relokasi tersebut hanya menunggu pelaksanaan. Sebab PKL Semarak sudah menerima terhadap tempat relokasi sementara. “Semuanya sudah siap, mereka sudah sanggup dan mau. Karena memang kami sudah sampaikan kepada mereka bahwasannya kebijakan ini untuk kepentingan bersama. Semuanya klir dan tidak ada masalah, karena pada dasarnya pembangunan apapun harus didukung,” tandasnya. (maz/abh)


COMMENTS