Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 02/02/2016 SUKAPURA - Hampir sebulan terakhir, petani yang berada di lereng Gunung Bromo bisa bernaf...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 02/02/2016
SUKAPURA - Hampir sebulan terakhir, petani yang berada di lereng Gunung Bromo bisa bernafas lega dari guyuran abu vulkanik erupsi Gunung Bromo. Namun sejak sepekan ini arah angin cenderung ke timur dan timur laut, guyuran abu dan pasir kembali mengguyur 10 desa di Kecamatan Sukapura dan Sumber.Selasa (2/2/2016) siang, terlihat asap kelabu kecoklatan tebal dengan tekanan sangat kuat keluar dari dalam kawah dengan ketinggian 3.129 meter dari permukaan laut. Selain itu, abu dan pasir sangat deras menghujani pemukiman warga. Hal ini mengakibatkan lahan pertanian yang baru ditanam kembali terancam rusak dan mati.
Akibat guyuran abu vulkanis dan pasir tersebut mengakibatkan ketebalan abu mencapai 10 centimeter dan menutupi jalan serta rumah-rumah warga. Tidak hanya itu, abu dan pasir ini juga menutupi tanaman warga seperti kentang, wortel, sawi dan kubis.
Ironisnya, sudah 2 kali ini dampak abu dan pasir erupsi Gunung Bromo merugikan para petani sayur mayur di lereng Gunung Bromo. Kerugian setiap petani ditaksir mencapai Rp 20 juta sejak erupsi Bromo berlangsung.
Hal tersebut diakui oleh Supiati, salah satu petani lereng Gunung Bromo di Desa Ngadirejo Kecamatan Sukapura. Menurutnya, sejak Gunung Bromo berstatus siaga, sudah 2 kali abu vulkanik dan pasir merusak tanaman warga sehingga kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
“Hujan abu dan pasir lagi, sudah 2 kali tanaman saya rusak akibat erupsi Gunung Bromo. Tanaman yang baru ditanam terancam mati, kerugian yang saya alami sudah mencapai Rp 21 juta,” katanya.
Dari laporan PVMBG pos pantau Gunung Api Bromo menyebutkan pada Selasa (2/2/2016) jam 06:00 pagi hingga jam 12:00 siang, terlihat asap kelabu kecoklatan sedang kadang tebal, dengan tekanan kuat mencapai ketinggian 900 meter dari puncak. Suara gemuruh dan dentuman kuat dari kawah, gempa tremor amax 1 mendatar 32 milimeter dominan 4 milimeter dan terjadi 9 kali gempa letusan dengan durasi maksimal 70 detik. (maz/abh)


COMMENTS