Penulis : Dimaz Bromo FM Jumat, 05/02/2016 SUKAPURA - Pengunjung wisata Gunung Bromo secara perlahan mulai meningkat. Meski belum nai...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jumat, 05/02/2016
SUKAPURA - Pengunjung wisata Gunung Bromo secara perlahan mulai meningkat. Meski belum naik yang signifikan, namun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo optimis hal itu akan terus meningkat. Terlebih saat ini wisata Gunung Bromo yang berada di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura ini sudah dibuka dengan batas yang sudah ditentukan yakni 2,5 meter.Dari data Disbudpar, dibandingkan dengan Desember lalu, pengunjung wisata Gunung Bromo terus mengalami peningkatan. Dimana pada Desember lalu, jumlah wisatawan asing tercatat 351 pengunjung, sedangkan untuk wisatawan nusantara berjumlah 1.125 pengunjung. Sementara pada Januari 2016 ini, jumlah wisatawan asing mencapai 418 pengunjung. Sedangkan untuk pengunjung wisatawan nusantara mencapai 1283 pengunjung.
“Memang ada kenaikan jumlah pengunjung Gunung Bromo, tapi tidak terlalu signifikan kenaikannya,” kata Kepala Disbudpar Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto.
Menurut Anung, Disbudpar akan terus mengupayakan agar pengunjung wisatawan Gunung Bromo terus meningkat. Salah satunya “menjual” ke eksotisan Gunung Bromo pada saat erupsi seperti saat ini. “Ini kan menjadi salah satu daya tarik wisatawan, makanya kami terus mempromosikan fenomena alam ini melalui kerjasama dengan para travel dan para pemilik hotel di kawasan Kecamatan Sukapura,” ujarnya.
Terlebih saat ini, Gunung Bromo sudah dibuka untuk umum dengan batas jarak yang sudah ditentukan, yakni 2,5 kilometer. “Sudah ada pemasangan informasi disana, meski seperti saat ini Gunung Bromo masih bisa dikunjungi,” ungkapnya.
Dari kawasan Kabupaten Probolinggo ada dua titik yang menjadi andalan ketika ingin melihat keindahan Gunung Bromo. Yakni Seruni Point atau penanjakan dan Mentigen yang berada di dekat Pos Pantau Gunung Api Bromo. “Tak perlu naik ke kawah dari dua tempat itu saja sudah cukup,” tandasnnya.
Sementara Kepala PVMBG Pos Panyau Gunung Bromo Ahmad Subhan menuturkan, perkembangan erupsi Gunung Bromo masih fluktuatif. Beberapa hari terakhir, Gunung Bromo saat malam hari mengeluarkan sinar api (glowing) teramati dengan jelas dengan mata telanjang. Rata-rata kemunculan sinar api itu antara 20 detik hingga 46 detik.
“Tak hanya sinar api. Lontaran lava pijar dalam seminggu terakhir juga sering muncul. Lava pijar ini muncul pada malam hari dengan ketinggian bervariasi. Fenomena ini terjadi karena adanya dorongan aktivitas magma baru dari dalam kawah. Energi magna itu kemudian mendesak naik ke atas permukaan,” katanya. (maz/abh)


COMMENTS