Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu,10/02/2016 LUMBANG - Pelajar asal Surabaya, Farhan Nauvaldy (17) yang hilang tenggelam di Air Terjun ...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu,10/02/2016
LUMBANG - Pelajar asal Surabaya, Farhan Nauvaldy (17) yang hilang tenggelam di Air Terjun Madakaripura Desa Negororejo Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/2/2016) akhirnya ditemukan tewas. Jasadnya ditemukan mengapung dan nyangkut di sebuah batu dekat dam atau bendungan sungai di sekitar aliran Air Terjun Madakaripura.
Kapolsek Lumbang AKP Mustaji mengatakan jasad korban ditemukan oleh relawan Desa Negororejo Kecamatan Lumbang yang sejak awal ikut membantu pencarian bersama tim SAR gabungan. Korban yang masih dalam kondisi segar tidak tampak membusuk itu langsung di evakuasi ke RSUD Tongas.
“Korban ditemukan menyangkut di batu dengan posisi mengapung dengan jarak sekitar 3 km dari lokasi air terjun,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan bahwa untuk area wisata tersebut memang sudah terpampang papan larangan kepada wisata agar tidak mandi di air terjun. “Diharapkan wisata tidak mandi di air terjun, karena direlung air terjun kedalamannya mencapai 8 meter dan disitu juga terdapat pusaran air,” katanya.
Oleh karena itu Anung mengimbau kepada para wisatawan yang akan datang ke wisata Air Terjun Madakaripura agar mematuhi himbauan larangan yang sudah ada. Apalagi saat musim hujan, karena sangat rawan terjadinya bencana alam, seperti banjir dan longsor. “Mohon untuk selalu mematuhi himbauan larangan yang sudah ada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (maz/abh)
Kapolsek Lumbang AKP Mustaji mengatakan jasad korban ditemukan oleh relawan Desa Negororejo Kecamatan Lumbang yang sejak awal ikut membantu pencarian bersama tim SAR gabungan. Korban yang masih dalam kondisi segar tidak tampak membusuk itu langsung di evakuasi ke RSUD Tongas.
“Korban ditemukan menyangkut di batu dengan posisi mengapung dengan jarak sekitar 3 km dari lokasi air terjun,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan bahwa untuk area wisata tersebut memang sudah terpampang papan larangan kepada wisata agar tidak mandi di air terjun. “Diharapkan wisata tidak mandi di air terjun, karena direlung air terjun kedalamannya mencapai 8 meter dan disitu juga terdapat pusaran air,” katanya.
Oleh karena itu Anung mengimbau kepada para wisatawan yang akan datang ke wisata Air Terjun Madakaripura agar mematuhi himbauan larangan yang sudah ada. Apalagi saat musim hujan, karena sangat rawan terjadinya bencana alam, seperti banjir dan longsor. “Mohon untuk selalu mematuhi himbauan larangan yang sudah ada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (maz/abh)



COMMENTS