Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 23/02/2016 KRAKSAAN - Maraknya pedagang kaki lima (PKL) buah di pinggir jalan pantura direaksi keras...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 23/02/2016
Selasa, 23/02/2016
KRAKSAAN - Maraknya pedagang kaki lima (PKL) buah di pinggir jalan pantura direaksi keras oleh pedagang di Pasar Buah Semampir Kota Kraksaan. Mereka mengancam akan berjualan di jalanan jika PKL tidak tertibkan.Ancaman itu diungkapkan oleh Purnomo, salah satu pedagang di Pasar Buah Semampir. Menurutnya, pedagang buah di pasar ini tiap harinya mampu mengeruk rupiah rata-rata 1 juta. Bahkan, pada hari raya dan tahun baru, omsetnya bisa mencapai Rp 5 juta per hari.
Namun sejak maraknya PKL, pendapatan mereka turun drastis hingga dibawah Rp 500 ribu. Hal itu dikarenakan lapak buah mereka jarang dikunjungi oleh pembeli. Pasalnya, pembeli lebih suka membeli buah tanpa harus turun dari mobil.
Di Pasar Buah Semampir, saat ini dihuni oleh 40 pedagang, sekitar 30 diantaranya berjualan aneka buah. Mereka rata-rata adalah bekas PKL di jalur pantura yang direlokasi ke pasar buah dengan alasan mengganggu ketertiban dan keamanan.
“Dulu kami jualan disana (jalan pantura), lantas oleh pemerintah direlokasi kesini. Kalau sekarang ada pedagang lain disana dan dibiarkan, mending kami juga kembali ke jalanan. Buat apa kami bertahan disini, kalau akhirnya merugi,” katanya, Selasa (23/2/2016).
Sementara Marsinten, pedagang lainnya mengatakan dengan kondisi saat ini, pedagang sangat keberatan jika PKL itu tidak ditertibkan. Karena pedagang pasar buah tiap bulan harus membayar retribusi sebesar Rp 48 ribu per lapak. “Mereka enak tidak perlu bayar retribusi, ya pemerintah harus bersikap adil,” katanya.
Bendahara Paguyuban Pedagang Buah Semampir Faris menuturkan penertiban tidak hanya dilakukan kepada PKL di Kota Kraksaan. Melainkan juga terhadap PKL di wilayah Kecamatan Dringu dan Paiton, karena mereka juga merugikan pedagang buah disana. “Jangan hanya disini, karena PKL di jalur pantura sudah meresahkan pedagang buah yang ada di pasar-pasar,” timpalnya.
Sementara Camat Kraksaan Sugeng Wiyanto mengaku, kalau pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Satpol PP Kabupaten Probolinggo. “Kita juga meminta kepada pedagang pasar buah agar memperhatikan kualitas dan kebersihannya. Nantinya, kita akan koordinasi dengan pihak Satpol PP,” katanya. (maz/ast)


COMMENTS