Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 06/02/2016 PAITON - Hembusan angin barat laut sejak sepekan terakhir ini menerjang perairan di pantai...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 06/02/2016
Dengan kondisi ini, ikan pun sulit untuk didapat. Diperkirakan ombak yang berhembus tingginya sekitar 2,5 meter. Untuk sementara ini seluruh nelayan yang ada dihimbau untuk tidak melaut. Hal ini diungkapkan Puji Suwito, selaku koordinator dan pelaksana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paiton, Sabtu (6/2/2016).
“Sudah seminggu ini angin barat laut menerjang pantai Paiton. Jadi kami instruksikan kepada seluruh nelayan disini untuk sementara tidak melaut. Karena kalau dipaksakan dalam kondisi seperti ini, maka sangat berbahaya dan bisa-bisa kapal mereka karam,” ujarnya.
Menurut versi nelayan dan pengamatan seperti biasanya, jika angin barat laut menerjang lanjut Suwito, tidak cukup 1 atau 2 hari, bisa-bisa 10 sampai 40 hari. Dari kondisi seperti ini membuat tangkapan ikan laut kehabisan stok, tidak bisa memasok ke pedagang ikan laut di pasaran, sehingga harga ikan laut saat ini harganya melonjak.
Bahrudin, salah satu nelayan setempat mengaku, sudah sepekan ini dirinya dan nelayan lainnya tidak melaut, karena gelombang ombak yang disertai angin yang kencang. Bahkan terkadang setelah di tengah laut kapalnya dihantam badai saat cuaca buruk.
“Terpaksa kami tidak kerja melaut karena takut, mau gimana lagi ombak dan anginnya seperti ini. Untuk sementara kami kerja seadanya dulu untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Senada dikatakan Torawi, sementara ini dirinya hanya memperbaiki jaring ikan saja, karena untuk melaut itu kata dia tidak mungkin. “Beginilah, terkadang sebulan kami tidak melaut kalau sudah diterjang ombak dan angin barat laut. Kerja sampingan aja dulu,” ujarnya.
Sementara para pedagang ikan laut di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo, setiap hari mengantri menunggu nelayan datang dari tengah laut. Namun, semua itu sia-sia, karena yang ditunggu tidak melaut, terpaksa mereka kembali tidak membawa ikan laut. (maz/abh)


COMMENTS