Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 03/02/2016 SUKAPURA - Semburan asap Bromo bercampur material seperti lapili dan abu vulkanik yang meng...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 03/02/2016
SUKAPURA - Semburan asap Bromo bercampur material seperti lapili dan abu vulkanik yang mengguyur pemukiman dan lahan di lereng Bromo membuat material tebing korosif. Hal ini bisa menyebabkan tanah tebing tidak labil. Kondisi ini terlihat Rabu (3/2/2016) siang.Pasalnya, kandungan sulfur abu vulkanik gunung api yang sangat keras bisa mengikis material tanah dan batu di sepanjang jalan raya Kecamatan Sukapura. Kondisi ini menyebabkan batu dan tanah berjatuhan di akses jalan menuju wisata Bromo yang dikelilingi bebukitan di sepanjang jalan.
Apalagi saat ini wilayah puncak Gunung Bromo intensitas hujannya sangat tinggi. Tentunya ini bisa mengancam para pengguna jalan dan masyarakat karena tebing bisa sewaktu-waktu longsor.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Daerah terus memasang papan himbauan di titik-titik rawan longsong agar warga lebih hati-hati dan waspada terhadap bencana tanah longsor setiap melintasi jalan raya Sukapura.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pantau Gunung Bromo Ahmad Subhan mengatakan endapan abu vulkanik Bromo bisa menyebabkan korosif tanah dan batu di sekitar tebing. Hal ini bisa mengakibatkan bencana tanah longsor di musim penghujan.
“Endapan abu vulkanik bisa menyebabkan korosif. Dimana abu vulkanik bisa mengikis tanah dan batu yang bisa menyebabkan tanah longsor,” katanya.
PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terus menghimbau kepada masyarakat jika melintasi akses jalan menuju wisata Bromo agar berhati-hati dan waspada karena sering terjadi longsor. “Terutama jika sedang turun huja,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
Hasil pantauan PVMBG Pos Pantau Gunung Bromo memperlihatkan aktifitas erupsi Gunung Bromo di dalam dapur magma terus meningkat. Terlihat asap putih kelabu tebal tekanan kuat mengarah ke timur dan timur laut dengan ketinggian mencapai 3.129 meter dari permukaan laut disertai suara gemuruh menerus serta sesekali terdengar dentuman kuat dari kawah. Terjadi pula, 5 kali gempa letusan dan gempa tremor berkisar 1 sampai 36 milimeter. (maz/abh)


COMMENTS