Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 07/02/2016 SUKAPURA - Liburan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek kali ini, wisata Gunung Bromo di D...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 07/02/2016
SUKAPURA - Liburan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek kali ini, wisata Gunung Bromo di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo mulai penuh dipadati oleh wisatawan lokal maupun asing. Meskipun kondisi tersebut tidak seramai liburan pada saat hari-hari liburan sebelum erupsi. Meski hingga saat ini kepulan asap kelabu pekat kadang putih tipis terus menerus keluar dari kawah gunung Bromo dengan mengeluarkan suara gemuruh dan dentuman. Terkadang hal itu juga membuat wisatawan ketakutan untuk berkunjung ke salah satu gunung tercantik didunia ini.
Liburan long weekend tahun baru Imlek 2567 masehi ini, kebanyakan wisatawan berkunjung ingin melihat langsung fenomena alam erupsi Gunung api Bromo yang hanya terjadi 5 tahun sekali.
Meski sedikit kecewa dibatasi dengan jarak aman radius 2,5 kilometer dan dilarang turun ke lautan pasir dan kawah oleh petugas terkait, namun keindahan panorama alam dan semburan asap vulkanis tersebut menutup kekecewaan para wisatawan.
Menurut Evi, wisatawan asal Jakarta, view erupsi Gunung Bromo masih bagus dan sangat menarit untuk di kunjungi, meski sedikit kecewa tidak bisa ke kaldera Bromo. “Kita masih survey lokasi, karena mau ada acara reuni yang digelar di Gunung Bromo. Untuk view masih bagus, namun sedikit kecewa wisatawan tidak boleh turun ke kaldera,” ujarnya, Minggu (7/2/2016).
Hal senada juga dirasakan Mutia yang mengaku sangat seru meski sedikit was-was dengan suara gemuruh dari kawah, karena penasaran bagaimana erupsi gunung api melihat secara langsung. “Sangat seru melihat semburan asap dari kawah, meski sedikit takut. Tapi jarak aman kita patuhi, penasaran dengan erupsi Bromo,” sebutnya.
Petugas PVMBG Gunung api Bromo menghimbau kepada para pengunjung Gunung Bromo supaya jangan melanggar aturan dan mematuhi himbauan petugas, dengan jarak aman radius 2,5 kilometer, agar peristiwa tahun 2004 yang menewaskan 2 wisatawan tidak terjadi lagi. (wan/abh)


COMMENTS