Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 04/02/2016 SUMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melansir kerug...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 04/02/2016
SUMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melansir kerugian lahan pertanian sejak erupsi Gunung Bromo mencapai Rp 45,2 miliar. Jumlah tersebut lebih kecil dari pada data dari Dinas Pertanian sebelumnya yang mencapai Rp 126 miliar. Dari data yang dikeluarkan BPBD, terparah adalah di Kecamatan Sumber.
Dari data yang berhasil dihimpun, akibat erupsi Gunung Bromo ini ada tiga kecamatan yang terdampak. Yakni, Kecamatan Sukapura, Sumber dan Lumbang. Jumlah desa terdampak di masing-masing kecamatan berbeda. Seperti di Kecamatan Sukapura ada 9 desa, Sumber ada tiga desa dan Lumbang ada satu desa.
“Dari desa-desa tersebut, lahan pertanian yang rusak akibat abu vulkanis Bromo mencapai Rp 45,2 miliar. Data tersebut bisa jadi sudah akurat dengan metode yang dilakukan dari BPBD dan sesuai dengan by name by address dari setiap desa di tiga kecamatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
Daftar kerugian yang mencapai Rp 45,2 miliar itu terbanyak justru berada di Kecamatan Sumber dengan jumlah kerugian mencapai Rp 20,7 miliar. Disusul Kecamatan Sukapura Rp 18,2 miliar dan Kecamatan Lumbang Rp 6,2 miliar. “Kalau jumlah pemilik lahan pertaniannya berjumlah sekitar 4 ribuan orang di tiga kecamatan,” jelasnya.
Dwijoko mengungkapkan, dalam penghitungan ulang tersebut memang ada perbedaan metode penghitungannya. Yakni, BPBD bersama dinas terkait menghitung dari masa tanam hingga terkena abu vulkanis Gunung Bromo, ditambah penghitungan pupuk dan biaya tanam. “Kalau sebelumnya dari masa tanam hingga panen, makanya ada perbedaan dibandingkan dengan data sebelumnya,” ucapnya.
Suami Indah Rohani ini menerangkan bahwa data terbaru tersebut sudah dikirimkan ke BNPB untuk diajukan bantuan kepada para petani terdampak di Kabupaten Probolinggo. “Kami hanya mengajukan saja, untuk besaran bantuannya tergantung mereka. Karena yang menentukan memang BNPB bukan kami,” pungkasnya. (maz/abh)
Dari data yang berhasil dihimpun, akibat erupsi Gunung Bromo ini ada tiga kecamatan yang terdampak. Yakni, Kecamatan Sukapura, Sumber dan Lumbang. Jumlah desa terdampak di masing-masing kecamatan berbeda. Seperti di Kecamatan Sukapura ada 9 desa, Sumber ada tiga desa dan Lumbang ada satu desa.
“Dari desa-desa tersebut, lahan pertanian yang rusak akibat abu vulkanis Bromo mencapai Rp 45,2 miliar. Data tersebut bisa jadi sudah akurat dengan metode yang dilakukan dari BPBD dan sesuai dengan by name by address dari setiap desa di tiga kecamatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
Daftar kerugian yang mencapai Rp 45,2 miliar itu terbanyak justru berada di Kecamatan Sumber dengan jumlah kerugian mencapai Rp 20,7 miliar. Disusul Kecamatan Sukapura Rp 18,2 miliar dan Kecamatan Lumbang Rp 6,2 miliar. “Kalau jumlah pemilik lahan pertaniannya berjumlah sekitar 4 ribuan orang di tiga kecamatan,” jelasnya.
Dwijoko mengungkapkan, dalam penghitungan ulang tersebut memang ada perbedaan metode penghitungannya. Yakni, BPBD bersama dinas terkait menghitung dari masa tanam hingga terkena abu vulkanis Gunung Bromo, ditambah penghitungan pupuk dan biaya tanam. “Kalau sebelumnya dari masa tanam hingga panen, makanya ada perbedaan dibandingkan dengan data sebelumnya,” ucapnya.
Suami Indah Rohani ini menerangkan bahwa data terbaru tersebut sudah dikirimkan ke BNPB untuk diajukan bantuan kepada para petani terdampak di Kabupaten Probolinggo. “Kami hanya mengajukan saja, untuk besaran bantuannya tergantung mereka. Karena yang menentukan memang BNPB bukan kami,” pungkasnya. (maz/abh)



COMMENTS