Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 22/02/2016 KRAKSAAN – Selama tahun 2015, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo berupa...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 22/02/2016
KRAKSAAN – Selama tahun 2015, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo berupaya melestarikan dan mengembangkan budaya lokal. Salah satunya dengan mencanangkan pemakaian udeng Glipang Kabupaten Probolinggo pada acara-acara tertentu.Pemakaian udeng Glipang ini dicanangkan secara resmi oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari SE bersamaan dengan kegiatan Pawai Pendidikan Awal Tahun Pelajaran (ATP) 2015/2016, Agustus 2015 lalu.
Selain itu, pengembangan budaya lokal juga dengan menyediakan busana dan pelatihan Glipang jenjang SD dan SMP. Total ada 1.160 pakaian Glipang yang diberikan kepada 58 lembaga dengan rincian SD 47 lembaga dan SMP 11 lembaga. Dimana setiap lembaga menerima 20 stel pakaian Glipang.
“Di samping pakaian Glipang, setiap lembaga juga menerima 20 keping VCD untuk latihan Tari Glipang. Kalau ditotal anggaran pengadaan untuk pakaian Glipang, pelatihan 58 guru dan VCD mencapai Rp 1 miliar,” ujar Sekretaris Dispendik Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda.
Menurut Syamsul, pengembangan budaya lokal ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal berupa Tari Glipang yang terus berkembang dan eksis di Kabupaten Probolinggo. Dan upaya ini harus dimulai dari lembaga pendidikan anak.
“Kalau tidak dimulai dari anak, maka penanaman nilai budaya tidak akan berhasil. Sebab muaranya nanti adalah menumbuhkembangkan kecintaan nilai budaya lokal kepada masyarakat,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS