Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 11/02/2016 LUMBANG - Hasil otopsi yang dilakukan oleh petugas medis RSUD Tongas Kabupaten Proboling...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 11/02/2016
LUMBANG - Hasil otopsi yang dilakukan oleh petugas medis RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo pada jasad Farhan Nauvaldy (17) menemukan banyak luka-luka. Tak hanya luka di sekujur tubuh, petugas juga mendapati leher Farhan patah.Menurut salah seorang dokter RSUD Tongas dr. Hoilatul, besar kemungkinan patah leher dan luka-luka, baik ditubuh dan badan disebabkan oleh benturan. Pasalnya, antara tempat ditemukan dengan lokasi tenggelamnya siswa kelas XI itu berjarak 3 kilometer. “Sepanjang jalur itu banyak batu-batu besar. Kemungkinan besar itu yang menjadi penyebabnya,” ujarnya.
Kapolsek Lumbang AKP Mustadji menuturkan, jasad pelajar yang berdomisili di jalan Teluk Kumai nomor 11 Perak Surabaya tersebut, saat ini sudah dibawa oleh pihak keluarga. Ia menuturkan keluarga yang datang dari Surabaya histeris saat melihat tubuh Farhan telah terbujur kaku. “Keluarganya histeris dan saat ini sudah dibawa ke Surabaya,” ujarnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Farhan (17), siswa SMAN 7 Surabaya tenggelam saat berenang di lokasi air terjun Madakaripura pada Minggu (7/2/2016) sore. Saat itu korban tengah berenang dipusaran air terjun yang mempunyai kedalaman antara 3-7 meter bersama 8 teman satu sekolah. Padahal, area ini merupakan area terlarang bagi wisatawan untuk berenang. (maz/abh)


COMMENTS