Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 25/02/2016 KRUCIL - Jalur Pendakian Gunung Argopuro yang berada di Desa Bremi Kecamatan Krucil Kabupa...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 25/02/2016
Kamis, 25/02/2016
KRUCIL - Jalur Pendakian Gunung Argopuro yang berada di Desa Bremi Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo belum normal. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember masih menerapkan sistem buka tutup. Hal itu dilakukan lantaran cuaca di lereng Gunung Argopuro sering terjadi hujan lebat. Seperti yang beritakan sebelumnya, sejak Jumat (12/2/2016) akhir pekan lalu, BKSDA Wilayah III Jember selaku pengelola pegunungan Argopuro menutup jalur pendakian. Penutupan jalur pendakian ini terpaksa dilakukan setelah kondisi alam tidak bersahabat bagi pendaki gunung.
Kepala BKSDA Wilayah III Jember Sunandar Trigunajasa Nurochmadi mengatakan penutupan ini pun berlaku di dua pintu masuk pendakian. Yakni di Pos Pendakian Desa Bremi Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo dan Pos Pendakian Desa Baderan Kecamatan Sumbermalang Kabupaten Situbondo.
“Sejak Jum’at kami menutup jalur pendakian. Hal itu kami lakukan agar tidak sampai terjadi korban jiwa, mengingat kondisi yang sangat ektrim terjadi di kawasan tersebut,” ujarnya
Menurut Sunandar, sejak beberapa hari terakhir, hujan lebat turun di pegunungan yang berada diketinggian 3.088 mdpl tersebut. Tak hanya hujan dengan intensitas tinggi, badai yang disertai kabut tebal melanda kawasan yang menjadi favorit pecinta alam tersebut. Untuk mengurangi dampak resiko yang ditimbulkan, pihaknya memutuskan untuk menutup sementara dan tidak mengizinkan adanya aktivitas pendakian.
“Penutupan ini masih bersifat sementara dan insidentil, bukan penutupan permanen. Belum diketahui sampai kapan penutupan ini berlangsung, kami masih terus memantau kondisi alam disana. Sekarang ini masih kami berlakukan sistem buka tutup. Kalau misalkan di lapangan memungkinkan untuk dibuka, kami akan persilahkan pendaki, begitu sebaliknya” tuturnya.
Terkait dengan sistem buka tutup yang diterapkan saat ini, Sunandar mengaku bisa jadi akan diberlakukan hingga akhir musim penghujan. “Bisa jadi seperti itu, tapi kalau misalkan cuaca agak membaik, kami akan persilahkan kepada pendaki, yang terpenting keselamatan pendaki itu yang utama,” pungkasnya. (maz/ast)


COMMENTS