Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 03/02/2016 KRAKSAAN – Untuk tahun 2016, penanganan pengobatan Antiretrovirus (ARV) bagi penderita HIV/...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 03/02/2016
“Pelayanan obat ARV tidak hanya dilakukan di rumah sakit, tetapi juga di Puskesmas yang sudah CST (Care, Support and Treatment). Di mana dokter, perawat, petugas farmasi dan bidan sudah dilatih CST. Di samping juga harus ada Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA),” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kasi Pengendalian Penyakit Wiwik Yuliati.
Menurut Wiwik, saat ini ada 17 layanan VCT (Voluntary, Counseling and Testing) bagi para penderita HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo. Yakni dua di rumah sakit dan 15 di Puskesmas. “Sementara sisanya 18 Puskesmas sudah dilatih untuk melakukan penanganan terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS),” jelasnya.
Wiwik menjelaskan, di klinik VCT, masyarakat secara sukarela bisa datang untuk konsultasi. Sementara Klinik PICT (Provider Initiative Counseling and Testing) untuk melayani ODHA yang sudah diperiksa HIV/AIDS. “Dengan kata lain sudah ada gejala dan tanda-tandanya,” terangnya.
Tahun ini, kata Wiwik, ada dua rumah sakit dan tiga Puskesmas yang memiliki Klinik VCT akan dinaikkan kelas pelayanannya menjadi CST. Yakni, RSUD Waluyo Jati Kraksaan, RSUD Tongas, Puskesmas Maron, Puskesmas Paiton, dan Puskesmas Leces. “Sehingga nantinya ada 5 pelayanan CST bagi penderita HIV/AIDS,” katanya.
Wiwik menambahkan, penderita HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo secara komulatif dari tahun 2000 hingga Desember 2015 mencapai 1.089 penderita. “Dari jumlah tersebut, 320 orang sudah meninggal dunia. Dengan demikian jumlah penderita yang masih hidup mencapai 769 orang,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS