Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 28/02/2016 PAKUNIRAN - Kasus isu santet yang terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo kembali me...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 28/02/2016
PAKUNIRAN - Kasus isu santet yang terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo kembali memakan korban. Sabtu (27/2/2016) malam, Sukari (57), warga Dusun Klembun Timur RT 01/01 Desa Ranon Kecamatan Pakuniran tewas setelah dibacok tetangganya sendiri yang diduga berinisial SH (30). Dugaan kuat, kasus pembunuhan itu dilatarbelakangi tuduhan korban Sukari memiliki ilmu santet.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 19.00 di dalam rumah korban. Sebelum kejadian, SM istri terduga pelaku SH meninggal dunia sekitar pukul 18.30. Terduga pelaku SH mencurigai kematian SM diduga karena santet yang dilakukan oleh korban Sukari.
Kemudian SH pun langsung mendatangi rumah korban dengan masuk dari pintu depan. Saat itu diduga kuat SH sudah membawa senjata tajam (sajam) berupa celurit. Tanpa bertanya, SH pun langsung menyabetkan celuritnya ke arah korban Sukari. Karena bacokan itu, korban Sukari pun menjerit.
Nah, Ali anak tiri korban yang tengah sholat Isya di musholla depan rumah mendengar teriakan itu. Kebetulan, rumah korban dan rumah terduga pelaku SH, berdekatan hanya berselisih beberapa rumah.
”Kejadian pembacokan atau pembunuhan itu terjadi di dalam rumah korban. Diduga, pelaku sudah membawa sajam celurit saat masuk ke dalam rumah korban,” kata Kapolsek Pakuniran AKP Agus.
Kapolsek menjelaskan, dugaan kuat pelaku pembunuhan terhadap korban adalah inisial SH. Sebab, setelah kejadian itu, sejumlah saksi yang mendatangi lokasi rumah korban, mendapati SH membawa sajam celurit di tangan kanannya. Bahkan, SH sempat mengancam sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Selanjutnya, terduga SH pun melarikan diri lewat pintu depan rumah.
”Waktu pelaku melarikan diri, korban masih dalam kondisi hidup. Namun, selang beberapa waktu hendak ditolong dan dibawa ke puskesmas, korban sudah meninggal di lokasi,” terangnya.
Setelah kejadian itu dikatakan Agus, pihaknya langsung melakukan olah TKP. Hasilnya ditemukan sejumlah luka bacok di kepala bagian atas, luka bacok bahu sebelah kanan dan luka bacok di leher belakang sebelah kiri. ”Sampai saat ini, pelaku masih belum tertangkap. Kami masih dalam upaya pengejaran terhadap pelaku,” terangnya.
Saat disinggung soal kematian SM istri pelaku, Kapolsek mengatakan, SM sendiri meninggal dunia satu jam sebelum kejadian pembunuhan itu. SM itu sudah sakit sekitar 2 bulan lamanya, pasca melahirkan anaknya. Entah alasan kenapa, pelaku menuduh korban Sukari memiliki ilmu santet yang mengakibatkan istri pelaku meninggal dunia. ”Kami masih belum tahu pasti motif pembunuhan ini, karena pelaku masih belum tertangkap,” pungkasnya. (maz/ast)



COMMENTS