Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 04/02/2016 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Masyarak...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 04/02/2016
Sekretaris Bapemas Kabupaten Probolinggo Suharto mengatakan usia keemasan anak adalah 1000 hari. Apabila anak terbiasa ke posyandu, maka kualitasnya pasti terjamin.
“Usia keemasan anak harus diisi dengan beragam informasi yang positif. Oleh karena kader kita bekali cara mendidik anak. Dengan demikian maka pikiran anak akan berkembang dengan baik. Apalagi partisipasi masyarakat untuk datang ke posyandu cukup tinggi,” katanya.
Sementara Kepala Bidang Ketahanan Masyarakat Bapemas Kabupaten Probolinggo RM Pulungan mengatakan rakor ini bertujuan untuk membahas program posyandu tahun 2016 sekaligus menyampaikan beragam program posyandu yang akan dilaksanakan di desa. Terlebih tahun ini pihaknya sudah mengusulkan dana kegiatan ke Bagian Pemerintahan untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan), operasional kader serta sarana dan prasarana.
“Untuk PMT diusulkan sebesar Rp 3.500 per balitas per tahun, operasional kader Rp 50 ribu per kader per bulan untuk 5.868 kader serta sarana dan prasarana posyandu sebesar Rp 2,5 juta per posyandu per tahun untuk 1.312 posyandu,” katanya.
Pulungan menginginkan peran dari Kasi Kesra Kecamatan supaya mendorong Lembaga Pembina Posyandu (LPP) dan kader posyandu untuk selalu eksis melaksanakan tugasnya di posyandu.
“Camat selaku Pembina Posyandu harus senantiasa mengajak Forkopimka dengan program Gemasiba (Gerakan Bersama Sehatkan Ibu dan Sehatkan Anak) melalui 3 pilar untuk selalu turun saat kegiatan hari buka posyandu,” jelasnya.
Ke depan Pulungan mengharapkan agar kegiatan posyandu semakin bagus dan tingkat kehadiran ibu balita datang ke posyandu (D/S) bisa meningkat. “Setidaknya kehadiran posyandu mampu menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta mampu mengatasi gizi buruk dan gizi kurang,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS