Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 27/02/2016 SUKAPURA - Berdasarkan analisis vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo dan dat...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 27/02/2016
SUKAPURA - Berdasarkan analisis vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo dan data visual serta instrumental, PVMBG menurunkan status Gunungapi Bromo dari siaga menjadi waspada. Penurunan status ini diberlakukan sejak Jum’at (26/2/2016) pukul 13.00 Wib. Daerah bahaya dipersempit dari radius 2,5 km menjadi radius 1 Km.
PVMBG telah melaporkan penurunan status Gunung Bromo tersebut kepada BNPB dan BPBD serta unsur-unsur terkait. Wisatawan dapat berkunjung ke Gunung Bromo, namun tidak melakukan aktivitas didalam radius 1 Km.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dengan penurunan status Gunung Bromo menjadi waspada, maka saat ini ada 1 gunung status awas (Gunung Sinabung), gunung status siaga (Gunung Soputan dan Gunung Karangetang) dan 16 status waspada.
Ke-16 gunung berstatus waspada tersebut diantaranya Gunung Bromo, Lokon, Egon, Awu, Raung, Gamalama, Sangeangapi, Rokatenda, Ibu, Gamkonora, Papandayan, Semeru, Anak Krakatau, Merapi, Dukono dan Kerinci.
Sementara Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari mengatakan kalau pihaknya mulai Sabtu (27/2/2016) secara resmi akan melakukan pembukaan kaldera Bromo.
“Hari ini kami secara resmi membuka kaldera Bromo. Jadi mulai hari ini wisatawan dibebaskan masuk ke kaldera Bromo. Itu setelah kami melakukan koordinasi dan rapat bersama pihak terkait, mengingat aktivitas Bromo sudah menurun menjadi waspada,” katanya.
Berdasarkan pengamatan gunungapi dari Pos Pengamatan Gunungapi Bromo PVMBG pada 27 Februari 2016 pukul 00.00-06.00 WIB teramati asap kawah teramati putih tipis, tekanan lemah, tinggi asap berkisar 50 meter dari puncak atau 2379 mdpl ke barat-barat daya.
Tercium bau belerang ringan. Seismik tremor Amax 0,5-1 mm dan dominan 1 mm. Sebelumnya saat dinaikkan status siaga pada 4 Desember 2015 lalu, tremor amplitudo maksimum mencapai 36 mm. (maz/ast)



COMMENTS