Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis,18/02/2016 KRAKSAAN - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolin...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis,18/02/2016
KRAKSAAN - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan 22 kecamatan di Kabupaten Probolinggo termasuk daerah rawan gempa.Menurutnya, sebenarnya 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo berpotensi terkena gempa. Namun, daerah yang termasuk paling rawan ada di 22 kecamatan. “Dari 24 kecamatan yang memiliki potensi terkena gempa paling tinggi ada di 22 kecamatan,” katanya, Kamis (18/2/2016).
Alasannya, karena 22 kecamatan tersebut memiliki tingkat kerentanan potensi paling tinggi dengan dihitung dari 3 aspek. Ke-3 aspek tersebut adalah aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek fisik.
Aspek sosial melihat dari tingkat kepadatan penduduk dan laju pertumbuhan. Sedangkan aspek ekonomi melihat dari tingkat kemiskinan dan luas lahan produktif. Sementara aspek fisik dilihat dari luas area yang terbangun seperti pemukiman dan vegetasi.
“Gempa disebabkan oleh lempeng bumi yang saling bergesekan secara horizontal dan vertikal dan menimbulkan terjadinya getaran yang disebut gempa. Dampaknya dapat menghancurkan infrastruktur dan pemukiman penduduk,” jelasnya.
Untuk itu BPBD akan melakukan 3 macam langkah. Yakni, pemetaan daerah rawan bencana, pembentukan rencana kontijensi dengan melakukan koordinasi dengan SKPD terkait.
Kemudian, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ancaman gempa dan dampak yang dapat ditimbulkannya. Serta mengadakan sosialisasi tentang rumah yang lebih tahan gempa. “Tujuannya untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan,” pungkasnya. (maz/ast)


COMMENTS