Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 30/01/2016 BANTARAN – Tugas bidan banyak sekali. Sebab bidan adalah ujung tombak semua progam. Salah ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 30/01/2016
BANTARAN – Tugas bidan banyak sekali. Sebab bidan adalah ujung tombak semua progam. Salah satunya menjaga kesehatan mulai dari janin dalam kandungan, proses kelahiran, nifas, bayi, balita, apras (anak pra sekolah), anak sekolah, remaja, calon pengantin, wanita usia subur (WUS) sampai usia lanjut (Usila).Hal tersebut disampaikan bidan Desa Kropak Kecamatan Bantaran, Lilik Indrayani. Dikatakan menjadi bidan tidak segampang yang dibayangkan, tetapi penuh perjuangan. “Apalagi di Desa Kropak masih ada dukun bayi yang tidak bermitra. Jadi kami tidak henti-hentinya melakukan pembinaan ke dukun tersebut,” katanya, Sabtu (30/1/2016).
Bidan kelahiran Lumajang, 13 Desember 1974 silam ini mengaku, memiliki pengalaman yang sangat berkesan sewaktu dinas pertama kali sebagai bidan dan melakukan imunisasi pada bayi.
“Kami berpesan agar obat penurun panasnya diminumkan, ternyata orangtuanya lupa memberikan. Akhirnya bayi panas sekali dan masuk rumah sakit. Yang membuat saya tidak bisa melupakan hal itu karena waktu itu orangtua bayi malah minta ganti biaya rumah sakit,” jelas istri Hadi Sucipto ini.
Bertugas pertama kali di Desa Gemito Kecamatan Sumber, anak pertama dari dua bersaudara pasangan almarhum Abdul Djamal dan Suhartatik ini bercita-cita ingin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Kropak Kecamatan Bantaran seoptimal mungkin.
“Yang menjadi kunci sukses saya sebagai bidan karena adanya dukungan dari suami, anak, keluarga dan teman-teman yang tidak bisa disebutkan,” pungkas perempuan yang hobi masak dan traveling ini. (wan/abh)


COMMENTS