Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 12/01/2016 KRAKSAAN - Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo, terus bertam...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 12/01/2016
Kabid Pelayanan RSUD Waluyo Jati Kota Kraksaan dr. Dyah Kuncarawati mengatakan, kasus DBD yang menyerang warga terjadi sejak awal November 2015 lalu. Namun, jumlah kasus itu bukan data yang absolut karena hingga saat ini pasien terus bertambah dan tidak bisa diprediksi jumlahnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Selasa (12/01/2016), jumlah pasien yang masuk dan dirawat sudah mencapai 7 orang. Sedangkan pada bulan November 2015 ada 22 orang dan Desember 2015 ada 19 orang.
“Jika ditotal hingga saat ini, RSUD Waluyo Jati Kota Kraksaan sudah merawat sekitar 48 orang penderita DBD yang mayoritas merupakan anak-anak. Tren kenaikan penderita DBD yang dirawat saat ini nyaris tidak ada perubahan alias flat,” katanya.
Apalagi kata Dyah, pasien dari daerah endemik penyebaran DBD seperti Kecamatan Paiton, Kraksaan dan Dringu, merupakan daerah dengan pemukiman yang padat.
Dyah menambahkan, mulai berjatuhannya korban akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. “Ini merupakan siklus lima tahunan yang puncaknya dimulai sejak Desember 2015 lalu,” jelasnya.
Sementara Sulastri (40) ibu dari Dani (8), salah seorang anak penderita DBD asal Desa Bago Kecamatan Besuk mengaku jika anaknya dirawat di rumah sakit sejak seminggu yang lalu. Awalnya kata Sulastri, anaknya mengalami demam yang tidak kunjung turun sehingga olehnya langsung dilarikan ke rumah sakit.
“Saya tidak menyangka jika kena DBD. Padahal rumah saya selalu bersih. Saya heran anak saya terjangkit DBD. Kalau tetangga saya dan keponakan saya memang ada yang terserang DBD ini, mungkin anak saya ketularan,” katanya. (maz/abh)


COMMENTS