Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 06/01/2016 DRINGU – Salah satu penyebab petani yang kesulitan mendapatkan pupuk lantaran penggunaan ku...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 06/01/2016
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kasi Pupuk Setiyo Adi Cahyono menyikapi keluhan sejumlah petani yang mengaku kesulitan pupuk.
“Kalau habis tidak bisa, karena kelompok tani mengajukan kepada dinas sesuai dengan RDKK. Tapi kalau kesulitan mendapatkan pupuk mungkin iya, karena kalau sudah habis, tidak bisa membeli ke kelompok lain. Justru kami dapat laporan ada pupuk yang tidak tertebus,” ujarnya, Rabu (06/01/2016).
Untuk itu, Dispertan meminta kepada petani agar bisa menggunakan pupuk yang berimbang. Sehingga dengan kondisi seperti itu, pupuk yang sudah sesuai dengan RDKK tidak mengalami kekurangan.
“Pemicu kekurangan pupuk sendiri karena penggunaan pupuk yang tidak sesuai dengan anjuran. Misalkan hanya menggunakan Urea atau yang lainnya. Hal yang semacam ini bisa jadi pupuknya kurang,” katanya.
Sementara sejauh ini jumlah pupuk yang ada di Kabupaten Probolinggo masih terbilang melimpah. Pada tahun 2016 ini, jumlah pupuk Urea ada 43.339 ton, ZA sebanyak 20.780 ton, SP-36 sebanyak SP-36 4.065 ton, NPK sebanyak 9.924 ton dan organik sebanyak 5.557 ton.
“Pupuk berbagai jenis tersebut hingga saat ini masih ada dalam gudang untuk persiapan pendistribusian oleh distributor pupuk. Jadwal pendistribusiannya terserah kios. Kami harap tidak ada permainan dalam penyaluran pupuk ini,” tandasnya. (maz/abh)


COMMENTS