Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 02/01/2016 KRAKSAAN - Demi meningkatkan kualitas pasar tradisional di wilayahnya, Pemkab Probolinggo ...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 02/01/2016
Empat pasar yang akan direhab itu sudah mendapat perbaikan tahun ini. Seperti Pasar Pajarakan di Kecamatan Pajarakan. Tahun 2015 ini, pasar tersebut sudah dilakukan perbaikan di bagian depan. Rencananya, tahun 2016 pasar tersebut akan kembali diperbaiki di sisi belakang.
Selanjutnya Pasar Muneng di Kecamatan Sumberasih. Rencananya pasar tersebut akan diperbaiki pada sisi depan pasar. Sebab sisi belakang pasar itu sudah diperbaiki.
Berikutnya Pasar Semampir di Kecamatan Kraksaan. Pasar ini setiap tahun terus diperbaiki. Untuk tahun 2016 mendatang yang akan diperbaiki yakni sisi barat pasar tersebut.
Kemudian pasar terakhir yang akan diperbaiki yakni Pasar Condong Kecamatan Gading pada sisi belakang. Sebab sisi depan pasar tersebut sudah lebih dulu diperbaiki pada tahun ini.
Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno mengungkapkan, memang rencananya untuk tahun ini ada empat pasar yang akan diperbaiki. Nantinya empat pasar tersebut akan dibangun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo.
“Kami yang memilih pasar yang akan direhab. Tetapi nantinya yang akan membangun adalah tugas dari Disperindag Kabupaten Probolinggo,” katanya, Sabtu (02/01/2016).
Pria yang beralamat di Desa Kedungsupit Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo ini menambahkan, memang dari beberapa pasar yang akan diperbaiki merupakan pasar yang sudah dilakukan perbaikan tahun ini. Salah satu alasannya lantaran Pemkab Probolinggo berkeinginan pembangunan pasar yang tidak separo-separo.
“Jadi semuanya tuntas. Karena sejumlah pasar memang sudah diperbaiki, tapi di sebagian lainnya masih belum. Sebut saja Pasar Muneng, pasar itu di sisi belakang sudah kami perbaiki, sedangkan tampak depan belum,” jelasnya.
Dari sekian pasar yang paling sering diperbaiki adalah pasar semampir. Bahkan pasar ini sudah dilakukan pembangunan sejak tahun 2013 lalu, hingga tahun 2016. “Insyaallah tahun ini sudah tahap akhir, artinya tidak ada lagi pembangunan berskala besar,” tegasnya.
Perbaikan pasar tradisional ini memang dilakukan karena Pemkab Probolinggo ingin meningkatkan kualitas pasar. Terlebih pasar yang dibangun tersebut merupakan jalur utama untuk tempat wisata Kabupaten Probolinggo.
“Karena memang kami sendiri ingin meningkatkan kualitas perdagangan. Terlebih, ke depan dengan pasar yang sudah bagus dan lebih berkualitas akan berdampak pada peningkatan PAD restribusi pasar,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS