Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 28/01/2016 PAITON - Meski belum genap tiga tahun berdiri, SMK Mambaul Ulum di Desa Sukodadi Kecamat...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 28/01/2016
PAITON - Meski belum genap tiga tahun berdiri, SMK Mambaul Ulum di Desa Sukodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo mulai menunjukkan kualitasnya. SMK yang berada dinaungan Yayasan Mambaul Ulum itu berhasil mengantarkan dua siswanya magang selama 1 bulan di Tiongkok (China). Mereka magang di Tianjin Sino-German Vocational Technical College, sebuah perguruan tinggi di wilayah Provinsi Tianjin, China, 14 Desember 2015 hingga 13 Januari 2016, melalui program kerjasama Provinsi Jawa Timur dengan Tianjin, Tiongkok.
Di lembaga perguruan tinggi di Tiongkok itu, Krischandra Pradana Putra magang di bagian pembuatan electric cycle dan Muhammad Imron Hamzah di bagian agriculture, mesin pertanian. Dua siswa SMK Mambaul Ulum yang berasal dari jurusan TPMI (Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri) kelas XI itu, merupakan satu satunya perwakilan SMK di Kabupaten Probolinggo yang berhasil berangkat ke Tionkok. Di Tiongkok mereka didampingi Achmadi, guru produktif TPMI SMK Mambaul Ulum.
“Se-Jawa Timur ada 10 SMK Negeri/Swasta yang berhasil lolos seleksi berangkat ke Tiongkok. Alhamdulillah, meski baru berdiri pada tahun 2013 lalu, kami sudah berhasil mengantarkan siswa kami ke Tiongkok dan mewakili Kabupaten Probolinggo. Sebelumnya mereka diseleksi pada bulan Juni yang diikuti oleh 70 SMK Negeri/Swasta se-Jatim. Sebelum berangkat mereka didiklat di PT JIT, Madiun,” ujar Cung Ali Samsuri, Kepala SMK Mambaul Ulum.
Dalam program magang yang merupakan hasil kerja sama Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Tianjin, Tiongkok itu, Krischandra Pradana Putra berada di kelas Electric Cycle dan Muhammad Imron Hamzah di kelas agriculture.
“Alat prakteknya banyak yang beda, disana lebih canggih dan lengkap. Selain itu, untuk menggunakan alat praktek, kami harus benar-benar sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan harus diterapkan,” ujar Muhammad Imron Hamzah, siswa asal Desa Sukodadi Kecamatan Paiton itu.
Selain harus menerapkan SOP dan disiplin waktu, peralatan-peralatan termasuk safety induction, seperti, helm pelindung kepala (safety helmet), kaca mata pengaman (safety glasess), pelindung kaki (safety shoes) dan baju kerja (later park) harus benar-benar dipenuhi.
“Safety Induction atau keselamatan dan kesehatan kerja (K3) harus dipakai. Kita juga diberi materi pengetahuan mengenai keselamatan kerja 6S. Yakni, seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke dan security,” ungkapnya.
Selama di Tiongkok, mereka mendapatkan materi oleh beberapa instruktur. Pada kelas electric cycle ada empat instruktur. Diantaranya, Shan Zhong untuk materi drive electric cycle, Li Huan pada materi Circuit Diagram, Yu Yong untuk materi Chinese class dan Lu Dong Hui sebagai penerjemah. Sementara untuk kelas agriculture, ada Fang Li untuk materi Milling dan Zhang Guagong materi bubut. Han Shujung dan Wang Meng untuk Chinese class.
Selain mendapatkan materi sesuai kelas masing-masing. Mereka juga mendapatkan materi chinese class atau pembelajaran bahasa Tiongkok, pada awal atau beberapa hari pertama magang. Seperti, materi basic bahasa Cina, cara pengucapan huruf, nama angka dan sebagainya. Mereka juga diajari beladiri Tiongkok, Tai Chi.
“Pelatihnya Yang Yang, yang masih keturunan pendiri seni beladiri Tai Chi. Latihannya dua kali selama berada di sana,” sebut Chrischandra Pradana Putra, siswa asal Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo.
Selain magang selama di Tiongkok, mereka juga melakukan kunjungan di tiga perusahaan besar. Seperti Tianjin Xingya Technology Co.Ltd di Ninghe Country, Industrial Park, Diler Audi Sino-German dan sebuah perusahaan traktor China-Amerika.
SMK binaan PT IPMOMI Paiton bekerja sama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan SMKN 1 Singosari Malang itu, saat ini memiliki dua program kompetensi keahlian atau jurusan. Yakni, TPMI (Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri), Teknik Otomasi Industri (TOI) dan Akuntansi (AK). Tahun ajaran baru 2016-2017 SMK Mambaul akan membuka jurusan baru. Yakni, Teknik Sepeda Motor (TSM).
Disela-sela jadwal magang, mereka juga melakukan kunjungan sejarah. Yakni, di great wall atau tembok besar Tiongkok dan Forbidden Temple di Beijing. Pengalaman tersebut menjadi catatan tersendiri bagi mereka. Sebab, selain mendapat ilmu baru. Mereka juga bisa mengunjungi tempat tempat bersejarah di Tiongkok.
“Harapan saya apa yang sudah didapat selama magang di Tiongkok bisa ditularkan kepada teman-temannya di sekolah. Sehingga bisa menginspirasi teman-teman yang lainnya,” ujar Achmadi, guru produkti jurusan TPMI SMK Mambaul Ulum.
Saat magang, cuaca Tiongkok sedang musim dingin. Seperti diketahui, Tiongkok memiliki empat musim berbeda. Salah satunya musim dingin yang terjadi pada bulan Desember hingga awal Maret. Saat itu, di Provinsi Tianjin suhu udara setiap hari rata-rata berkisar minus dua hingga empat derajat celcius.
Jaket tebal menjadi senjata andalan warga kota setempat dalam beraktifitas setiap hari. Meski di setiap ruangan dilengkapi dengan heater atau pemanas ruangan. Namun, dinginnya Tiongkok masih terasa bagi orang Indonesia. (wan/abh)


COMMENTS