Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 28/01/2016 KRAKSAAN - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Problinggo memastikan perbaikan dua ...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 28/01/2016
KRAKSAAN - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Problinggo memastikan perbaikan dua ruang SDN Tamansari Kecamatan Kraksaan yang ambruk menjadi tanggung jawabnya. Mengingat, pihak rekanan pelaksana pemasangan atap galvalum tidak bersedia memperbaikinya. Namun, saat ini Dispendik masih mencarikan anggaran yang bisa digeserkan ke SDN Tamansari tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo. Menurutnya, prioritas utama yang menjadi perhatian adalah keberlangsungan proses belajar mengajar di SDN Tamansari yang ambruk.
Untuk itu, pihaknya tidak ingin berlarut membahas soal atap dua ruang ambruk. Tetapi, fokus pada upaya segera memperbaiki dua ruangan tersebut. “Masih kami usahakan secepatnya demi keberlangsungan pendidikan yang layak,” katanya.
Kini diakui Tutug, pihaknya tengah menyiapkan anggaran untuk rehab SDN Tamansari tersebut. Mengingat, kejadian dua ruang ambruk terjadi setelah penetapan APBD 2016. Sehingga, dalam RKA (rencana kegiatan anggaran) belum dicantumkan anggaran kegiatan rehab SDN Tamansari.
Pihaknya kini mengkaji anggaran yang bisa digeser atau dialihkan ke kegiatan SDN Tamansari. Setidaknya, pihaknya perlu mengkaji kegiatan rehab sekolah mana yang diperkirakan bisa ditunda tahun depan.
”Kami juga perlu kaji ke lapangan, rehab SDN mana yang bisa ditunda dan bertahan sampai tahun depan. Demi rehab yang lebih prioritas,” terangnya.
Namun Tutug mengaku belum dapat memastikan nilai anggarannya. Mengingat, semua itu juga masih dalam proses pengkajian. ”Nanti akan dikaji kerusakannya sejauh mana dan anggaran yang dibutuhkan perkiraan berapa. Penting, kami pastikan tanggung semua itu,” paparnya.
Diketahui sebelumnya, Sabtu (19/12/2015) lalu, atap galvalum dua ruang kelas VI dan ruang guru SDN Tamansari Kecamatan Kraksaan, tiba-tiba ambruk, sekitar pukul 09.30. Beruntungnya, kejadian itu terjadi setelah kegiatan pembagian raport di ruang kelas VI. Sehingga, tidak sampai memakan korban luka ataupun meninggal dunia.
Sehari setelah kejadian di SDN Tamansari Kraksaan. Giliran atap galvalum dua ruang kelas SDN Karanggeger 2 Kecamatan Pajarakan yang ambruk. Kejadian itu diduga pada malam hari. Namun, ambruknya atap dua kelas itu diketahui Minggu siang.
Atap dua sekolah yang ambruk itu sama-sama hasil pekerjaan di tahun 2009 melalui dana kegiatan DAK (Dana Alokasi Khusus). Pelaksana pemasangan atap galvalum itu satu rekanan yang sama. Kejadian itu diduga akibat tidak kuat menahan beban genteng yang habis diguyur hujan cukup deras dalam beberapa hari sebelumnya. (maz/abh)



COMMENTS