Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 05/01/2016 SUKAPURA - Sejak Gunung Bromo ditetapkan status siaga pada 4 Desember 2015 lalu, praktis ...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 05/01/2016
SUKAPURA - Sejak Gunung Bromo ditetapkan status siaga pada 4 Desember 2015 lalu, praktis sektor pariwisata mengalami penurunan. Terakhir, wisatawan hanya bisa menikmati panorama Gunung Bromo dari radius 2,5 km dari kawah. Terkait kondisi ini, telah digelar rapat koordinasi lintas sektor. Dimana salah satu hasil pentingnya adalah penetapan tarif jeep wisata Bromo menjadi Rp 200 ribu.Rakor yang digelar di Wisma Utjik di Kecamatan Sukapura tersebut diikuti Disbudpar, Dishub, Forkopimka Sukapura dan kalangan pelaku usaha. Para pelaku usaha yang ikut serta adalah perwakilan pemilik homestay, perwakilan paguyuban jeep wisata Bromo.
Pada rakor tersebut disepakati bahwa selama Gunung Bromo erupsi, tarif jeep wisata Bromo Rp 200 ribu. Jika dibandingkan tarif normal, jelas ada penurunan harga yang sangat drastis. Sebab saat keadaan normal kendaraan wisata tersebut bertarif Rp 500 ribu.
Penurunan itu didasari pertimbangan bahwa saat ini wisatawan dilarang turun ke lautan pasir. Wisatawan hanya bisa menikmati view Gunung Bromo dari radius 2,5 kilometer. Maka, jarak yang paling aman yang masih bisa digunakan yakni di Seruni Point atau Penanjakan dua dan Mentigen.
Oleh karenanya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo meminta pada pihak terkait utamanya paguyuban jeep wisata untuk menurunkan tarif. “Itu kan hanya dua titik. Masak mau bayar Rp 500 ribu,” kata Sekretaris Disbudpar Kabupaten Probolinggo Tatok Krismarhento.
Permintaan penurunan tarif itu bertujuan menjaga citra wisata Gunung Bromo. Sebab, selama ini tarif jeep wisata Bromo dinilai sangat mahal. Bahkan, ada yang sampai mematok tarif Rp 1 juta.
“Jangan sampai pengunjung hanya sekali datang ke sini. Jadi, ini harus diperhatikan. Terlebih saat ini kondisi Bromo sedang dalam status siaga. Maka dari itu harus ada penurunan harga,” ungkapnya.
Permintaan itu sempat ditanggapi Mat Aziz, perwakilan paguyuban jeep wisata. Menurutnya, untuk dua titik tersebut (Seruni Point dan Mentigen) cukup dengan membayar Rp 200 ribu pulang pergi. Itu berlaku dari Desa Ngadisari hingga ke Seruni Point dan Mentigen.
Namun, menurutnya, tarif itu berbeda bila pengunjung dengan tujuan yang sama dari Kecamatan Sukapura. “Kalau dari bawah (Sukapura, red) nambah 100 ribu rupiah. Itu permintaan dari teman kami yang berada di bawah. Kemudian kalau long weekend, ada tambahan Rp 25 ribu,” jelasnya.
Rakor itu akhirnya menyepakati, tarif jeep wisata Bromo dari Ngadisari dan sekitarnya cukup Rp 200 ribu. “Kalau sudah disepakati, dalam waktu dekat kami akan pasang papan informasi. Mohon papan informasi ini sama-sama dijaga, untuk kebaikan kita bersama,” pungkas Tatok. (maz/abh)


COMMENTS