Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 20/01/2016 KRAKSAAN – Perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tentunya akan berimbas pada m...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 20/01/2016
KRAKSAAN – Perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tentunya akan berimbas pada menjamurnya waralaba dan toko modern. Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo melakukan perbaikan atau revitalisasi sejumlah pasar tradisional.Sejauh ini sudah ada beberapa pasar tradisional yang direvitalisasi. Yakni, Pasar Condong Kecamatan Gading, Pasar Sebaung Kecamatan Gending, Pasar Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar, Pasar Pajarakan Kecamatan Pajarakan, Pasar Bayeman Kecamatan Tongas, Pasar Patalan Kecamatan Wonomerto dan Pasar Semampir Kecamatan Kraksaan.
“Tahun ini kami masih akan melakukan revitalisasi terhadap beberapa pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko.
Menurut Sidik, revitalisasi pasar tradisional ini bertujuan agar kondisi pasar lebih indah dan terawat. “Selama ini, pasar tradisional identik dengan bau. Kami ingin mengubah mindset masyarakat dengan pasar yang terawat. Tujuannya, pasar tradisional bisa ramai dikunjungi masyarakat,” jelasnya.
Tidak hanya itu, ke depan Sidik berupaya juga akan menata managemen pasar. Sebab fisik pasar yang bagus harus diimbangi dengan SDM yang bagus pula. Kalau bisa dibuat zona-zona supaya terlihat seperti pasar modern.
“Tetapi para pedagang masih belum mau diatur berdasarkan zona. Padahal dengan zona orang berbelanja tinggal mengikuti arah petunjuknya saja. Namun menciptakan pasar tradisional seperti itu tidaklah gampang, perlu pendekatan,” terangnya.
Sidik juga menjelaskan, pihaknya memang tidak merancang pasar bertingkat, tetapi dengan los. “Sebab Ibu Bupati berkeinginan pasar menjadi tempat berusaha yang lebih kompetitif,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS