Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 06/01/2016 DRINGU – Produksi bawang merah di Kabupaten Probolinggo pada akhir tahun 2014 lalu mencapai...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 06/01/2016
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi. Menurutnya, produksi bawang merah tahun 2014 adalah produksi yang tertinggi selama beberapa tahun terakhir.
“Meskipun selama tahun 2014 terjadi serangan ulat bulu, spodoptera exiqua pada bawang merah yang cukup tinggi, namun dengan kenaikan luas panen bawang merah mengakibatkan peningkatan produksi bawang merah yang cukup tinggi. Walaupun produktivitasnya menurun,” ujarnya.
Menurut Mahbub, terdapat perbedaan yang mencolok daripada tahun-tahun sebelumnya. Dimana puncak panen terjadi pada bulan Juni dan Agustus. “Permintaan pasar akan bawang merah yang semakin tinggi, dimana peningkatan kelas menengah telah mendorong peningkatan konsumsi dan penyerapan industri bawang merah.” jelasnya.
Mahbub menambahkan bahwa permasalahan utama pada komoditi bawang merah adalah tingkat harga yang fluktuasinya masih tinggi. Dimana harga tertinggi bisa mencapai Rp 30.000/kg dan harga terendah menjadi Rp 4.000/kg. “Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembentukan Asosiasi Bawang Merah Probolinggo,” tegasnya.
Lebih lanjut Mahbub menegaskan, bawang merah menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Probolinggo. Beberapa tahun ini, banyak program yang sudah digulirkan kepada kelompok tani bawang merah.
“Tujuannya untuk pengembangan produksi bawang merah mulai dari sarana dan prasarana meliputi bantuan bibit, pupuk maupun alat-alat pertanian. Di samping juga perbaikan juringan hingga bantuan pasca panen yang meliputi alat pengolahan hasil serta alat pemasaran hasil,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS