Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 24/01/2016 KRAKSAAN – Sebagai antisipasi terjadinya bencana di musim hujan, Badan Penanggulangan Ben...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 24/01/2016
KRAKSAAN – Sebagai antisipasi terjadinya bencana di musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo sudah melakukan pemetaan daerah rawan bencana. Kabupaten Probolinggo selama ini dikenal sebagai daerah rawan bencana banjir, longsor, angin puting beliung dan abrasi.“Kami sudah melakukan pemetaan terhadap beberapa daerah yang rawan banjir, longsor dan abrasi agar lebih mudah dalam melakukan penanganan ketika bencana tersebut terjadi. Kami telah mengkoordinasikan seluruh relawan agar siap dan siaga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
Pria kelahiran Probolinggo, 24 Juli 1969 ini menjelaskan, daerah rawan bencana tersebut dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan kepadatan penduduk. Untuk penduduk di atas 1.000 kepala keluarga (KK) masuk tinggi, kisaran 500-1.000 KK masuk menengah dan di bawah 500 KK masuk rendah.
“Dari hasil pemetaan ini kami bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana agar senantiasa hati-hati, terutama pada saat intensitas hujan tinggi,” terangnya.
Dengan adanya pemetaan daerah rawan bencana ini, mantan Camat Dringu ini berharap, agar nantinya para relawan dari berbagai organisasi bisa melakukan antisipasi dengan baik dan melakukan penanganan secara dini dengan cepat. “Mudah-mudahan pemetaan daerah rawan bencana ini membantu relawan dan instansi terkait dalam melakukan antisipasi dan penanganan bencana,” harapnya. (wan/abh)


COMMENTS