Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 28/01/2016 PAJARAKAN - Sebagai upaya antisipasi adanya aksi teroris di Kabupaten Probolinggo, Polre...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 28/01/2016
Dengan adanya kerja sama ini, penanganan dan pengawasan superketat serta gerak gerik orang asing yang ingin mengacaukan daerah kondusif ini dapat terdeteksi dengan cepat, baik di wilayah kawasan Gunung Bromo atau kawasan wisata lainnya.
“Satpam-satpam itu dioptimalkan. Kalau satpamnya gampang curiga itu malah bagus, berarti dia bekerja. Lain halnya jika satpam sangat mudah untuk mempercayai seseorang, ini nantinya yang malah membuat kita kebobolan,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan.
Ketua PHRI Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin mengungkapkan, kalau ada beberapa pelaku usaha wisata yang mengenakan jasa satpam. Namun temuan di lapangan, pengamanan yang dilakukan di usaha wisata tersebut hanya formalitas saja, bukan untuk menjamin keamanan lainnya.
“Ini saya sebenarnya ingin mendesak Kapolres untuk kembali melatih dan menatar satpam-satpam di obyek wisata, hotel ataupun restoran. Lewat Kasat Binmas, saya minta tolong satpam-satpam yang seperti tadi itu biar dibariskan semua lalu dilatih kembali, biar tidak hanya jadi penunggu pos saja, tapi bekerja menjaga wilayah,” katanya. (maz/abh)


COMMENTS