Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 31/01/2016 LUMBANG – Seorang guru dalam menghadapi muridnya tidak boleh bersikap anarkisme, akan tet...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 31/01/2016
LUMBANG – Seorang guru dalam menghadapi muridnya tidak boleh bersikap anarkisme, akan tetapi dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Sikap itulah yang selalu dipegang Anitya Mulyaningsih, guru TK Teratai di Dusun Randugugut Desa Purut Kecamatan Lumbang. Perempuan kelahiran Probolinggo, 01 Mei 1995 ini mengaku, motivasinya menjadi guru karena ingin mewujudkan suatu cita-cita kecil anak di daerah pedalaman yang minim akan pendidikan untuk bisa mengenal sebuah pengetahuan seperti yang lainnya. “Sabar, telaten dan menjalankan tugas dengan rasa penuh kasih sayang dan keikhlasan merupakan kunci sukses seorang guru,” katanya, Minggu (31/1/2016).
Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Mulyono dan Andriati ini menjelaskan, tugas guru adalah membuat anak menjadi tahu akan pengetahuan. Dan agar anak bisa tahu, pendidikan tidak hanya untuk di daerah yang mampu dan memiliki tempat yang nyaman, akan tetapi di daerah pedalaman pun juga harus mengerti akan pengetahuan.
“Tugas guru adalah mengajarkan sesuatu yang baik untuk murid sampai murid itu benar-benar bisa dan mampu,” jelasnya.
Perempuan yang masih single ini juga memberikan pesan kepada guru lain agar tetap semangat mengajar walau bagaimanapun keadaan dan kondisi tempat mengajar. “Kita harus mewujudkan cita-cita kecil mereka untuk selalu menjadi kebanggaan kita, orang tua serta nusa dan bangsa. Sebab setiap orang wajib mendapatkan pendidikan dan pengetahuan,” tegasnya.
Meskipun demikian, perempuan yang hobi membaca ini mengaku, memiliki suka dan duka selama menjadi guru. Sukanya merasa bangga bisa membuat anak yang awalnya keseharian hanya bermain namun saat ini menjadi senang mengenal pengetahuan dan seringnya dibuat tertawa oleh anak.
“Dukanya, terkadang saya merasa sedih saat ada siswa yang tidak bisa masuk sekolah di saat musim hujan dikarenakan keadaan jalan yang becek dan sulit dilalui. Di samping juga ada murid yang malu tidak sekolah karena tidak mempunyai seragam dan peralatan sekolah,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS