Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 02/01/2016 PAKUNIRAN – Untuk mengantisipasi sejak dini terjadinya banjir, Badan Penanggulangan Bencan...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 02/01/2016
“Di Sungai Pancarglagas ada dua alat deteksi banjir yang dipasang. Yakni hulunya di Dam Arah Makam di Desa Sentul Kecamatan Gading dan hilirnya di Dam Jeruk di Desa Glagah Kecamatan Pakuniran,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
Mantan Camat Bantaran ini menjelaskan, di Kabupaten Probolinggo ada tiga sungai yang setiap tahun rawan banjir. Yakni Sungai Pancarglagas (membawa material dan arusnya deras serta sifatnya merusak), Sungai Kedunggaleng (membawa lumpur) dan Sungai Kertosono (arusnya deras dan sifatnya merusak).
“Karena keterbatasan anggaran, tahun ini pemasangan alat deteksi dini baru dipasang di Sungai Pancarglagas. Selanjutnya, pemasangan deteksi akan dilakukan di Sungai Kedunggaleng,” jelasnya.
Pria kelahiran Probolinggo, 24 Juli 1969 ini mengatakan, dengan alat deteksi banjir tersebut maka pihaknya bisa memantau perkembangan Sungai Pancarglagas dari aplikasi melalui smartphone. Melalui alat tersebut, maka bisa dilihat ketinggian permukaan air, suhu udara dan kelembaban udara.
“Ketinggian permukaan air di Sungai Pancarglagas standartnya untuk hulu Dam Arah Makam 4,1 meter dan hilir Dam Jeruk 1,21 meter. Jika di hulu Dam Arah Makam mencapai 4,3 meter dan hilir Dam Jeruk mencapai 2,2 meter, maka akan terjadi banjir,” terangnya.
Mantan Camat Dringu ini menerangkan sistem kerja alat deteksi banjir ini adalah mengirimkan sinyal data ke server Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana. Setelah itu data tersebut akan masuk ke aplikasi yang secara otomatis akan dikirim oleh aplikasi ke semua nomor yang tersimpan di server Pusdalops. “Ke depan, alat ini kita prioritaskan ke seluruh daerah rawan banjir,” tambahnya.
Suami Indah Rohani ini berharap agar dengan pemasangan alat deteksi banjir ini pihaknya bisa lebih dini mengetahui terjadinya banjir dan tidak menunggu laporan dari masyarakat. “Dengan demikian, kita bisa lebih cepat mempersiapkan masyarakat dalam rangka menghindar dari bahaya banjir sekaligus melakukan penanganan sejak dini,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS