Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 19/01/2016 KRAKSAAN – Motif batik khas harus melambangkan seni, budaya, dan tradisi masyarakat Kab...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 19/01/2016
“Karena itu kami berusaha mengangkat potensi batik khas daerah,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto melalui Kepala Bidang Keswadayaan Masyarakat Taufik Alami.
Untuk mewujudkan hal itu, kata Taufik, maka dibentuk kelompok-kelompok batik di Kabupaten Probolinggo. Tetapi untuk sementara baru tiga kelompok batik yang bisa dibentuk. Yaitu, Batik Prabulinggih Desa Bulujaran Lor Kecamatan Tegalsiwalan, Desa Rengganis Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan dan Laweyan Asri Desa Muneng Leres Kecamatan Sumberasih.
“Dari tiga kelompok batik tersebut, lahirlah beberapa kelompok batik lain. Seperti Batik Senandung Bromo Dringu, Batik Marwi Paiton, Batik Balqist Maron, Pasir Berbisik Sukapura dan Joko Seger Sukapura,” jelasnya.
Lelaki kelahiran Probolinggo, 8 Januari 1970 ini menambahkan, pemberdayaan rumah tangga miskin melalui batik tulis sudah dilakukan para pengusaha batik. Salah satunya Batik Tulis Dewi Rengganis Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan yang membuat terobosan mengangkat legenda rakyat, budaya dan keindahan Kabupaten Probolinggo. “Artinya, motifnya bermakna dan mempunyai cerita,” terangnya.
Taufik menegaskan, pemberdayaan rumah tangga miskin melalui usaha batik akan memudahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam memfasilitasi hak paten, hak merk dan hak cipta sehingga motif yang ada di Kabupaten Probolinggo akan terlindungi. “Saat ini pasar batik sudah mulai diperhitungkan para peminat batik. Apalagi motif batik Kabupaten Probolinggo sudah terdaftar dalam batik khas Jawa Timuran,” tegasnya.
Saat ini para pengusaha batik, kata Taufik, mulai bersemangat dalam menghasilkan karya dan inovasi dalam membuat motif batik. Hal ini karena Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE selalu memakai batik khas Kabupaten Probolinggo dalam berbagai kegiatan resmi.
“Ini merupakan salah satu bentuk perhatian yang diberikan Pemkab Probolinggo kepada para pengusaha batik. Oleh karena itu, hendaknya para pengusaha batik tulis membuat motif yang mampu mengangkat potensi daerah. Dengan banyaknya pengusaha batik, maka akan mengurangi angka kemiskinan,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS