Penulis : Dimaz Bromo FM Jumat, 01/01/2016 KRAKSAAN - KTP elektronik sudah diterapkan pada tahun 2012 lalu. Tapi masih ada banyak war...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jumat, 01/01/2016
Adapun data Kementerian Dalam Negeri RI menyebutkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Probolinggo ada 1.073.056 jiwa. Sedangkan penduduk yang wajib KTP ada 798.254 jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik sebanyak 721.743 orang. Sedangkan yang belum melakukan perekaman ada 76.511 orang.
Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Probolinggo Erlin Setiawati melalui Kepala Bidang Informasi Kependudukan Wahyunani mengatakan sampai saat ini jumlah penduduk di Kabupaten Probolinggo yang belum mempunyai KTP berjumlah 76.511 orang. “Jumlah penduduk yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik ada 721.743 orang. Sedangkan KTP elektronik yang sudah dicetak ada 715.929 orang,” katanya, Jum’at (01/01/2016).
Saat ini proses pencetakan ataupun perekaman e-KTP masih berlangsung. Terutama terhadap masyarakat baru. Dispenduk Capil pun terus melakukan sosialisasi ke-24 kecamatan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Sementara itu, ketersediaan blangko yang sempat tersendat beberapa waktu yang lalu, saat ini dinyatakan sudah lancar.
Sementara Kabid Pendaftaran Penduduk Dispenduk Capil Kabupaten Probolinggo Indah Setyowati mengungkapkan dari rekaman pada tahun 2012 lalu, ternyata masih banyak penduduk yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Bahkan dalam catatan Dispenduk Capil, ada 10 kecamatan yang dinilai masih banyak penduduk yang belum terekam.
Adapun 10 kecamatan tersebut ialah Wonomerto, Leces, Tongas, Sumberasih, Dringu, Maron, Banyuanyar, Krucil, Tiris dan Paiton. Untuk mengatasi hal tersebut, sejak sebulan terakhir Dispenduk Capil menerapkan sistem jemput bola. Dispenduk Capil mendatangi 10 kecamatan untuk melakukan perekaman KTP elektronik.
“Masyarakat sudah tidak perlu datang ke kantor (Dispenduk Capil, red). Cukup melakukan perekaman KTP elektronik di kantor kecamatan. Kalau persyaratan mereka lengkap, KTP elektronik bisa langsung dicetak,” katanya.
Tidak cukup di situ, untuk terus mengurangi angka penduduk yang belum melakukan perekaman, Dispenduk Capil juga gencar melakukan sosialisasi. “Kami juga akan masuk ke sekolah-sekolah,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS