Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 23/01/2016 DRINGU – Dalam rangka memaksimalkan pelayanan KB kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten P...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 23/01/2016
DRINGU – Dalam rangka memaksimalkan pelayanan KB kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) memaksimalkan peran para petugas PLKB (Penyuluh Lapangan KB) dan PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa).Jumlah petugas PLKB di Kabupaten Probolinggo mencapai 24 orang. Keberadaan petugas PLKB ini didukung oleh 330 petugas PPKBD dan 1.817 petugas Sub PPKBD yang berada di tiap-tiap dusun. Mereka bertugas memberikan pelayanan KB kepada masyarakat.
Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo dr Endang Astuti melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga Imam Syafi'i mengungkapkan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para petugas KB di lapangan, maka pihaknya memberikan rangsangan stimulan jika mampu menemukan akseptor baru.
“Petugas yang bisa menemukan satu orang akseptor MOP, MOW maupun IUD masing-masing akan memperoleh stimulant sebesar Rp 30 ribu. Tetapi, untuk implant harus 3 orang baru mendapatkan stimulant tersebut,” ungkapnya.
Yang menjadi kendala dalam memberikan pelayanan KB kepada masyarakat jelas lelaki kelahiran Probolinggo, 6 Desember 1969 ini adalah keberadaan petugas yang belum ideal baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dari kuantitas, jumlahnya jauh dari ideal. Karena idealnya seharusnya setiap petugas membawahi 3 desa. Sementara saat ini, setiap petugas menangani masyarakat dalam satu kecamatan.
“Dari segi kualitas, petugas lapangan ini tidak semuanya kompeten dalam memberikan penyuluhan, terutama yang masih berstatus honorer daerah (honda). Sehingga kami intens memberikan pelatihan agar mampu membantu pencapaian target program KB,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS