Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 23/01/2016 KRAKSAAN - Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (INZAH) Genggong Kraksaan Kabupaten Probol...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 23/01/2016
Diantaranya Fakultas Tarbiyah dengan enam prodi. Yakni, Prodi Pendidikan Agama Islam (PBA), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Manajemen Islam (PMI) dan Akhlak Tasawuf (AT).
Selanjutnya, Fakultas Syariah dengan dua prodi, Perbandingan Madzhab (PM) dan Prodi Ahwal Syahsiyah (AS) atau hukum keluarga. Sementara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam memiliki dua prodi. Yakni, prodi Ekonomi Syari’ah (ES) dan Perbankan Syari’ah (PS).
Sebagai pengembangan prodi dan perluasan akses keilmuan kepada masyarakat, selanjutnya INZAH akan mengajukan beberapa prodi umum. Seperti prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Matematika, IPA dan IPS. Serta program pascasarjana (S2) yang terkonsentrasi pada prodi Menajemen Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam.
“Selain itu, arah pengembangan kedepan, orientasinya pada penampilan fisik, personalia, peningkatan pelayanan dan prestasi. Sehingga, INZAH jadi kampus yang memiliki identitas kampus Khoiru Ummah dan mahasiswa dididik jadi pelopor Khoiru Ummah,” ujar Rektor INZAH Genggong H. Abd Aziz Wahab, Sabtu (23/1/2016).
Menurutnya, terkait dengan khoiru ummah, mahasiswa dididik menjadi pelopor kajian Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dengan mengamalkan aqidah, syariat dan akhlak seperti para ulama NU dan para ulama-ulama pesantren.
”Khoiru ummah adalah manusia terbaik dalam kehidupan bermasyarakat. Artinya, setelah menyandang gelar sarjana, alumni bisa menjadi seorang intelektual, ilmuwan, praktisi dan professional yang sholeh. Indikatornya, dengan menyandang gelar sarjana apapun, mahasiswa bisa menghambakan diri secara maksimal kepada Allah SWT, diri sendiri, taat kepada agama dan memiliki tanggung jawab terhadap sesama.” katanya.
Pria yang juga Kepala Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong itu mengatakan,untuk membentuk pelopor khoiru ummah, mahasiswa digembleng melalui forum kajian selama menempuh bangku kuliah. Forum kajian itu diantaranya, kajian Aswaja yang dilaksanakan oleh Aswaja Center NU kampus secara berkala. Dimana dalam kajian Aswaja itu, mahasiswa terbaik akan ditugaskan mengabdi dimasyarakat.
“Disini juga ada forum kajian bahasa melalui pusat studi bahasa Arab dan bahasa Inggris yang dilaksanakan dengan sistem SKS dan non SKS selama 1 tahun atau dua semester. Yang berprestasi akan ditugaskan mengabdi di pesantren untuk mengajar bahasa Arab dan bahasa Inggris selama satu bulan. Tahun kemarin ada 20 pesantren. Tahun ini ada peningkatan, yakni 40 pesantren,” ungkapnya.
Pada akhir semester empat selama satu bulan, mahasiswa juga digembleng di pusat studi kajian kitab kuning dan Al Qur’an dengan metode Am Tsilaty (Baca Cepat). Juga metode baca kitab Ibtida’i (pemula) dengan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.
Menurutnya, ada juga pusat studi Asmaul Husna, bimbingan Al Qur’an dengan metode Qur’aniyah. Serta pembinaan kewirausahaan dengan membentuk beberapa kelompok Pos Daya berbasis masjid yang bekerjasama dengan masyarakat yang dilaksanakan pada semester tujuh.
“Materinya kewirausahaan dan penanaman aqidah Aswaja dan cinta Negara. Untuk kewirausahaan bersama masyarakat, mahasiswa telah berhasil membuat produk krupuk ikan, pertanian, aneka kerajinan tangan dan lain lain,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS