Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 13/01/2016 SUKAPURA - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo mencatat nilai kerugian akib...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 13/01/2016

SUKAPURA - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo mencatat nilai kerugian akibat hujan abu vulkanis Gunung Bromo mencapai Rp 126 miliar. Lahan pertanian yang mengalami kerusakan mencapai 2.875 hektar dan yang terparah berada di Kecamatan Sukapura.
“Penghitungan sesuai dengan metode yang kami terapkan dan disesuaikan dengan biaya yang sudah kami data sebelumnya,” kata Kepala Dispertan Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi, Rabu (13/01/2016).
Kerusakan terparah adalah tanaman kentang dengan luasan areal yang rusak mencapai 2.202 hektar yang tersebar di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Sukapura, Sumber dan Lumbang.
Dari tiga kecamatan tersebut, terparah adalah Kecamatan Sukapura dengan hampir semua desa terdampak. Kedua yakni Kecamatan Sumber, dengan desa yang terparah di tiga desa, yakni Desa Ledokombo, Wonokerso dan Desa Sumber Anom. Sementara di Kecamatan Lumbang, terparah hanya di Desa Sapih.
Selain kentang, ada tanaman jagung yang mencapai 230 hektar, kemudian bawang prei 181 hektar, kubis 147 hektar, sawi 83 hektar dan tomat 32 hektar.
“Dari data yang ada terparah tetap berada di Kecamatan Sukapura karena semua desa lahan pertaniannya mengalami puso. Intensitasnya mencapai 80 persen,” jelasnya.
Rencananya data tersebut akan diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo agar petani mendapat bantuan dari pemerintah pusat, baik berupa alat-alat produksi, modal tanam atau juga pergantian biaya tanam.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan setelah selesainya pendataan luasan lahan pertanian yang rusak dan total kerugian akibat erupsi Gunung Bromo, pihaknya akan mengirimkan pengajuan kepada BNPB agar petani bisa mendapatkan bantuan.
“Biasanya akan diberikan pada pasca erupsi, kemudian bagaimana besaran yang akan diterima, itu tergantung dari BNPB,” katanya. (maz/abh)


COMMENTS