Penulis : Dimaz Bromo FM Senin, 25/01/2016 SUKAPURA - Usaha jamur kancing yang dikembangkan oleh warga Desa Wonokerto Kecamatan Suk...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Senin, 25/01/2016
“Kalau untuk jamur kancing yang banyak dibudidayakan warga Desa Wonokerto tidak terpengaruh dnegan erupsi. Soalnya jamur ini dibudidayakan di dalam ruangan tertutup,” ujarnya.
Warga tetap bisa beraktiivtas seperti biasa untuk budidaya jamur. Hal ini berbeda dengan pertanian lain seperti kentang dan kubis yang mengalami kerusakan setelah erupsi.
Jamur Kancing dibudidayakan dalam kumbung-kumbung. Masyarakat menggunakan bangunan rumah sebagai gudang untuk menumbuhkan jamur kancing. Produk jamur kancing warga Desa Wonokerto ini kemudian masuk ke salah satu pabrik pengolahan untuk diekspor.
Menurut Bambang, budidaya Jamur kancing Bromo yang dilakukan sejak tahun 2011-an ini merupakan upaya untuk perbaikan ekonomi masyarakat pasca erupsi Bromo 2010. Upaya ini bisa dilakukan lagi untuk erupsi tahun ini.
“Mengingat saat ini lahan pertanian di wilayah Sukapura terdampak dengan abu vulkanik bromo, pemerintah bisa turun tangan untuk menggiatkan kembali ekonomi masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, jumlah petani jamur pada tahun 2014 mencapai 86 orang petani jamur dengan jumlah gudang mencapai 116 gudang jamur di Desa Wonokerto Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengungkapkan wilayah Sukapura memang sangat berpotensi untuk pengembangan jamur terutama jamur kancing.
“Potensi jamur disini dikembangkan untuk penanganan pasca bencana Bromo tahun 2010. Untuk menghidupkan ekonomi masyarakat setelah erupsi. Apalagi sudah ada pasar yang menerima produk jamur ini,” jelasnya.
Jamur kancing yang dihasilkan petani di Bromo dibudidayakan dalam kumbung-kumbung jamur. Berbeda dengan jamur tiram yang ditumbuhkan dalam balog, jamur kancing dikembangkan dalam glangsi-glangsi berisi bibit jamur. “Jamur ini kemudian diproses melalui proses pengalengan di pabrik Suryajaya untuk tujuan ekspor,” katanya. (maz/abh)


COMMENTS