Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 12/01/2016 SUKAPURA - Erupsi Gunung Bromo yang berlangsung sejak Oktober lalu mulai membawa ...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 12/01/2016
SUKAPURA - Erupsi Gunung Bromo yang berlangsung sejak Oktober lalu mulai membawa dampak pada sektor lain. Selain pertanian, warga di lereng gunung yang disebut-sebut memiliki panorama terindah kedua, setelah Fujiyama di Jepang itu mulai dilanda krisis air bersih.
Informasi yang diperoleh di lapangan, krisis air terjadi menyusul meningkatnya aktivitas geothermal di dalam perut bumi. Imbasnya, pasokan air dari dalam tenah juga seret. Sebagai solusi, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengirimkan bantuan air bersih.
Empat desa yang paling parah menjadi sasaran dropping air bersih. Diantaranya, Desa Wonotoro Kecamatan Sukapura. “Sumber air yang ada disana terganggu karena peningkatan geothermal sejak erupsi Gunung Bromo terjadi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, Selasa (12/01/2016).
Ia mengatakan telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 36.000 liter, yang terbagi dalam enam truk tangki masing-masing berkapasitas 6.000 liter. Bantuan air bersih itu disalurkan ke empat desa terdampak. Yakni, Desa Wonotoro sebanyak dua truk tanki, Desa Ngadisari satu tanki, Desa Sukapura dua tanki dan di Desa Sumber sebanyak satu tanki.
Air bantuan disalurkan melalui tandon penampungan yang kemudian dialirkan ke jerigen-jerigen warga melalui pipa kecil. Bagi warga Tengger, air bantuan sangat membantu mereka memenuhi kebutuhan air guna kebutuhan sehari-sehari.
“Kami droping setiap hari, selama erupsi berlangsung. Karena saluran airnya ada yang tertutupi abu vulkanis,” tuturnya.
Warga sendiri mengakui mulai kesulitan air bersih sejak dua bulan lalu, terutama untuk memenuhi kebutuhan memasak, minum, mencuci dan minum ternaknya. Dengan adanya bantuan ini, warga merasa cukup terbantu dalam pemenuhan air bersih.
Pasalnya, sejak erupsi Gunung Bromo menyemburkan debu vulaknis, tiga sumber mata air utama di lereng Gunung Bromo tercemar. Debitnya pun berkurang akibat tertimbun debu vulkanis, sehingga warga mengalami krisis air bersih. (maz/abh)



COMMENTS