Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 06/01/2016 KRAKSAAN – Pekan pertama Januari 2016 ini ditandai dengan naiknya sejumlah komoditas baha...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 06/01/2016
Perkembangan harga ini didapatkan dari hasil survey dan pemantauan yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Selasa (05/01/2016) di Pasar Dringu, Pasar Leces, Pasar Patalan, Pasar Bayeman, Pasar Maron dan Pasar Semampir.
Komoditas lain yang harganya naik diantaranya beras Ir 64 dari Rp 9.650/kg menjadi Rp 9.817/kg atau 1,7%, gula pasir dalam negeri dari Rp 11.875/kg menjadi Rp 12.000/kg atau 1,0%, minyak goreng curah dari Rp 8.525/kg menjadi Rp 8.600/kg atau 0,9% dan jagung pipilan dari Rp 4.350/kg menjadi Rp 5.500/kg atau 20,9%.
Selanjutnya, tepung terigu dari Rp 7.750/kg menjadi Rp 7.883/kg atau 1,7%, kacang tanah dari Rp 20.738/kg menjadi Rp 21.083/kg atau 1,6%, kentang dari Rp 11.400/kg menjadi Rp 13.667 atau 16,6% dan tomat dari Rp 6.963/kg menjadi Rp 9.417/kg atau 26,1%.
Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengungkapkan, minggu ini rata-rata harga komoditas naik cukup signifikan. ”Kenaikan harga ini disebabkan karena permintaan konsumen stabil dan stok di pasar berkurang,” katanya.
Sisi lain Sidik mengakui, harga sejumlah komoditas memang turun. Seperti minyak goreng Bimoli 2 Lt dari Rp 23.500/btl menjadi Rp 23.417/btl atau 0,4%, daging sapi dari Rp 100.000/kg menjadi Rp 96.500/kg atau 3,6%, daging ayam broiler dari Rp 31.050/kg menjadi Rp 30.000/kg atau 3,5% dan telor ayam broiler dari Rp 22.730/kg menjadi Rp 22.250/kg atau 2,2%.
Selanjutnya, telor ayam kampung dari Rp 21.000/kg menjadi Rp 20.500/kg atau 2,4%, kedelai dari Rp 12.575/kg menjadi Rp 9.883/kg atau 27,2%, cabe merah besar dari Rp 28.313/kg menjadi Rp 27.633/kg atau 2,5%, cabe rawit dari Rp 28.738/kg menjadi Rp 22.000/kg atau 30,6%, kacang hijau dari Rp 20.438/kg menjadi Rp 18.333/kg atau 11,5% dan wortel dari Rp 13.875/kg menjadi Rp 13.300/kg atau 4,3%.
”Penurunan harga ini terjadi dikarenakan stok komoditi tersebut persediaan di pasar mencukupi dan permintaan konsumen berkurang,” pungkas mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo ini. (wan/abh)


COMMENTS