Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 25/01/2016 PAJARAKAN - Polres Probolinggo terus berupaya melakukan antisipasi ancaman serangan tero...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 25/01/2016
PAJARAKAN - Polres Probolinggo terus berupaya melakukan antisipasi ancaman serangan teroris pasca ledakan bom di Sarinah, Thamrin, Jakarta. Kali ini Satlantas Polres Probolinggo melakukan terobosan kepada anggotanya dengan menggunakan rompi anti peluru. Rompi anti peluru tersebut dilaunching secara resmi pada apel pagi di halaman Mapolres Probolinggo, Senin (25/1/2016).Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan mengatakan rompi anti peluru ini dikhususkan kepada anggota Satlantas, karena Satlantas merupakan target empuk kelompok yang berniat untuk melakukan aksi teror terhadap anggota kepolisian. Sebab Satlantas dapat dengan mudah ditemukan di pos-pos jalan protokol, sehingga sangat mudah untuk diserang.
“Satlantas adalah terget utama oleh kelompok radikal yang hendak meyerang di berbagai daerah. Dari itu kami memberikan rompi anti peluru kepada anggota Satlantas dan itu akan digunakan ketika melakukan tugasnya di lapangan,” ujarnya.
Rompi hitam dengan motif strip yellow lemon fosfor ini diberikan kepada seluruh anggota Satlantas yang berjumlah 72 personel dan 24 personel Tim Khusus (Timsus) lapangan.
Dalam launching kali ini, Kapolres Iwan mengaku bangga karena baru Polres Probolinggo yang mengenakan rompi anti peluru dengan inovasi warna dan nama satuan seperti ini.
Tak hanya Satlantas kata Kapolres Iwan yang akan mengenakan rompi anti peluru yang dapat menyala dalam gelap tersebut, akan tetapi seluruh jajaran operasional Polres Probolinggo juga akan mengenakan rompi anti peluru itu.
“Diharapkkan dengan adanya rompi anti peluru ini dapat selalu memberikan keamanan terhadap anggota kepolisian yang bertugas di pos maupun di jalur pantura. Kami juga selalu membutuhan bantuan dan dukungan masyarakat, agar kami bisa menjalankan tugas sebaik mungkin,” tukasnya. (maz/abh)


COMMENTS