Penulis : Dimaz Bromo FM Jumat, 22/01/2016 KRAKSAAN - Kasus gerakan radikal Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang mencuat di luar da...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jumat, 22/01/2016
Kasat Intel Polres Probolinggo AKP Guntoro mengaku bahwa dirinya sengaja menemui MUI sebatas komunikasi dan koordinasi terkait kasus gerakan radikal di luar daerah. Dengan harapan, tidak sampai muncul gerakan radikal di Kabupaten Probolinggo. Mengingat tahun 2007 lalu, sempat terdeteksi adanya pengikut aliran Ahmad Mushadeq.
”Kami hanya mengantisipasi dan koordinasi dengan MUI. Karena MUI termasuk pihak yang ikut mencegah dan mengatasi kelompok-keompok aliran, sama seperti FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama),” kata Guntoro, Jum’at (22/1/2016).
Namun sayangnya, Kasat Intel enggan memaparkan soal keberadaan eks aliran Mushadeq dan gerakan radikal lainnya. Alasannya, sampai saat ini sudah tidak terdeteksi kelompok gerakan radikal tersebut.
Sementara Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo H. Yasin mengatakan bahwa pihaknya akan terus membuka koordinasi dengan semua pihak, termasuk Polres Probolinggo. Dimana pemukiman Gafatar di Kalimantan yang dibakar perlu diantisipasi. Sementara ini, belum ada pengikuti Gafatar yang dipulangkan asal Kabupaten Probolinggo.
”Sampai saat ini belum ada informasi yang jelas terkait pengikut Gafatar asal Kabupaten Probolinggo yang dipulangkan dari Kalimantan menyusul dibakarnya pemukiman mereka,” ujarnya.
Saat disinggung soal keberadaan mantan pengikut aliran Mushadeq, Yasin mengaku jika totalnya ada sekitar 12 orang. Tetapi, sampai saat ini tidak terdengar atau diketahui adanya gerakan serupa di tahun 2007 lalu. “Kemungkinan, mantan pengikut Mushadeq itu sudah benar-benar tobat,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS