Penulis : Dimaz Bromo FM Senin, 11/01/2016 KRAKSAAN - Gara-gara diduga melakukan pungutan liar (pungli), keributan pecah antara anggo...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Senin, 11/01/2016
Para wartawan terlibat cekcok mulut dengan seorang oknum Satpol PP bernama Kusno karena diminta membayar sejumlah uang retribusi pengamanan parkir RSUD Waluyo Jati Kota Kraksaan.
Salah seorang wartawan media cetak Arif Mashudi dari Harian Jawa Pos Radar Bromo dan Dicko dari Detik.com, sempat menanyakan kejelasan tentang adanya pungutan liar tersebut. Namun oknum Satpol PP itu malah seakan terus memaksa.
“Saya sudah sering kali melakukan liputan disini Pak. Itu pun tanpa adanya tarikan retribusi. Namun jika Bapak memaksa, ya saya kasih uangnya,” ujar Arif, salah satu wartawan.
Akan tetapi, salah seorang juru parkir bernama Saifullah yang ada di lokasi, malah mengeluarkan kata-kata kasar dan seolah-olah menantang para wartawan. Ia beralasan bahwa tempat parkir itu hanya khusus untuk para karyawan rumah sakit. “Silahkan foto dan rekam saja, saya tidak takut,” gertak Saifullah sambil menggebrak pintu pagar parkir rumah sakit.
Diketahui sebelumnya, kedatangan para wartawan ke RSUD Waluyo Jati Kota Kraksaan adalah untuk melakukan liputan maraknya korban yang mulai terjangkit penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue), khususnya terhadap anak-anak yang ada di Kabupaten Probolinggo.
Para wartawan bahkan sebelumnya telah meminta ijin terhadap Direktur RSUD Waluyo Jati Kota Kraksaan Slamet Riyadi untuk melakukan peliputan dan memarkirkan motor di lokasi parkir tersebut.
Cekcok mulut akhrinya reda, setelah Humas rumah sakit yakni Sugianto menengahi masalah tersebut.
Sementara saat dikonfirmasi via telephon Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo M. Abduh Ramin mengatakan, ia akan melakukan tindakan tegas terhadap salah satu anggotanya tersebut jika memang terbukti melakukan tindakan pungutan liar. (maz/abh)


COMMENTS