Penulis : Wawan Bromo FM Jumat, 08/01/2016 KRAKSAAN - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengajak para pemuda Ansor yang te...
Penulis : Wawan Bromo FM
Jumat, 08/01/2016
KRAKSAAN - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengajak para pemuda Ansor yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo untuk terlibat aktif dalam pembangunan, terutama dalam hal pemberantasan minuman keras (miras).Ajakan tersebut disampaikan Bupati Tantri dalam acara pelantikan kepengurusan PC GP Ansor Kota Kraksaan masa khidmat 2014-2018 yang digelar di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Kamis (07/01/2016).
“Pemuda Ansor harus terlibat secara aktif membantu pemerintah daerah, terutama dalam pemberantasan peredaran miras. Sebab miras ini merupakan sebuah ancaman yang sangat nyata yang merusak moral anak muda. Tentunya akan merusak masa depan generasi muda. Butuh kerja sama dan kerja keras dalam memberantas miras,” ujarnya.
Menurut Bupati Tantri, saat ini Pemkab Probolinggo tengah fokus meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan menurunkan prosentase angka kemiskinan. Dalam program ini, pemuda Ansor diminta untuk ambil bagian di dalamnya melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Buatlah sebuah program yang mampu memberdayakan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pemuda Ansor. Saya yakin, pemuda Ansor lebih tahu apa yang dibutuhkan masyarakat demi mengangkat derajat dan kesejahteraan hidupnya,” jelasnya.
Walaupun Kota Kraksaan resmi menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo jelas Bupati Tantri, tetapi pemuda Ansor dan masyarakat diminta agar supaya tidak sampai meniru budaya orang kota di luar Kabupaten Probolinggo yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan dan syariat agama.
“Oleh karena itu, kalau ada hal yang dinilai menyimpang dari ketentuan perundang-undangan dan syariat agama, harap segera melaporkan kepada pihak berwajib,” pintanya.
Sementara Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Taufik berharap agar Ansor bisa istiqomah berkontribusi mengawal tegaknya Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan tertanamnya semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta pro aktif mengawal program pemerintah agar dapat dirasakan masyarakat, khususnya warga NU. “Mohon doa dan dukungan dari para alim ulama dan pemerintah,” katanya. (wan/abh)


COMMENTS