Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 27/01/2016 KRAKSAAN - Dalam awal tahun ini, angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pro...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 27/01/2016
Rabu, 27/01/2016
KRAKSAAN - Dalam awal tahun ini, angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo cukup menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, dikhawatirkan kasus DBD di awal tahun 2015 kembali di tahun ini. Mengingat, dalam tiga minggu bulan Januari 2016, sudah terjadi 27 kasus DBD. Bahkan, satu balita bernama Alifa usia 6,5 tahun meninggal dunia karena terkena DBD.
”Kalau dibanding tahun kemarin, angka kasus demam berdarah awal tahun ini menurun. Selama Januari 2015 kemarin terjadi 142 kasus demam berdarah. Kalau sekarang ada 27 kasus demam berdarah. Tapi, tetap menjadi perhatian serius kami,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Ari Suciati.
Ari menjelaskan, kasus DBD dalam tahun ini jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Tetapi, menjadi memperhatiaan serius. Mengingat, di awal tahun ini mulai memasuki musim hujan yang rawan terjangkit kasus DBD. ”Awal musim hujan harus waspada terhadap kasus demam berdarah. Karena sangat rentan terjangkit demam berdarah,” ungkapnya.
Kasus DBD di awal tahun ini dikatakan paling banyak terjadi Desa Bago Kecamatan Besuk. Yaitu terjadi 9 kasus dari total 27 kasus DBD. Berbeda dengan Januari tahun 2015 kemarin. Kalau tahun 2015, kasus DBD tertinggi terjadi di Paiton, sebanyak 38 kasus, kemudian urutan kedua di Maron.
”Kasus demam berdarah dilihat dari segi usia, didominasi usia anak-anak. Yaitu usia 5 sampai 15 tahun. Baik itu awal tahun kemarin, maupun awal tahun ini sekiar 90 persen usia anak-anak,” tegasnya.
Ari menambahkan, pencegahan penyakit DBD dapat dilakukan saat tidak membiarkan jentik-jentik nyamuk berkembang biak dan tumbuh. Masyarakat cukup membersihkan tempat air dan tidak membiarkan ada genangan air kotor. ”Ingat, langkah fogging (pengasapan) itu ditempuh terakhir. Karena akan sia-sia, kalau masih ada genangan air dan tumpukan sampah,” pungkasnya. (maz/abh)



COMMENTS