Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 19/01/2016 SUKAPURA - Pada Selasa (19/01/2016) pagi, secara visual asap yang membawa material ai...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 19/01/2016
SUKAPURA - Pada Selasa (19/01/2016) pagi, secara visual asap yang membawa material air, belerang, abu dan silika yang menyembur dari kawah Gunung Bromo cenderung tipis, tidak seperti hari-hari sebelumnya.Asap yang sebelumnya berwarna kelabu kecoklatan, saat ini berwarna putih kelabu tipis, dengan ketinggian 1.200 meter dari bibir kawah dan mengarah ke selatan-barat daya. Hanya saja, asap Bromo ini bisa sewaktu-waktu berubah ketebalannya, tergantung gempa letusan yang terjadi di dalam magma gunung.
Tercatat dalam 12 jam terakhir, terjadi gempa letusan sebanyak 17 kali dengan lama durasi letusan sekitar 12 sampai 21 detik. Dari data pos pantau Gunung Bromo di Dusun Cemorolawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, dari pukul 00.00 sampai pukul 06.00 WIB, gempa tremor menerus tercatat kisaran 2 sampai 30 milimeter dominan 6 milimeter.
Menurut Iing Kusnadi, Kepala Tanggap Darurat Gunung Bromo, meski asap bromo cenderung tipis, namun sampai sejauh ini belum ada tanda-tanda Bromo akan berhenti erupsi. “Sejauh ini masih belum ada tanda-tanda erupsi Gunung Bromo akan berhenti,” katanya.
Karena kondisi asap yang mengarah selatan-barat daya, pada hari ini Bandara Abdurrahman Saleh kembali dibuka setelah selama 6 hari bandara tersebut ditutup karena asap mengarah ke Malang. (maz/abh)


COMMENTS